Page 826 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 826

Pengusaha diminta menyusun dan memberlakukan struktur dan skala upah dalam menentukan
              besaran nilai upah yang dibayarkan terhadap pekerja dengan masa kerja lebih dari satu tahun.
              Pengusaha pun dilarang membayar upah lebih rendah dari UMK kecuali bagi pelaku usaha mikro
              dan  kecil  yang ditetapkan  berdasarkan  kesepakatan  antara  pengusaha dan  pekerja/buruh  di
              perusahaan.

              Pengusaha yang telah membayar upah lebih tinggi dari ketentuan UMK dilarang mengurangi
              dan/atau menurunkan upah pekerjanya, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

              Menurut  Sekretaris  Daerah  Pemprov  Jabar  Setiawan  Wangsaatmadja,  penetapan  ini  tidak
              terlepas dari beberapa dasar peraturan.

              Antara lain Undang-undang nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, UU nomor 23 tahun
              2014 tentang Pemerintah Daerah, UU nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Peraturan
              Pemerintah  RI  nomor  36  tahun  2021  tentang  Pengupahan  serta  beberapa  surat  Menteri
              Ketenagakerjaan RI.

              Keputusan ini kemudian tidak terlepas dari rekomendasi besaran penyesuaian nilai UMK dari 27
              bupati dan wali kota seluruh Jawa Barat, juga berita acara Dewan Pengupahan.

              “Tentu saja bahwa hal ini menjadikan sebuah dasar, sehingga Keputusan Gubernur dikeluarkan,”
              ucap Setiawan melalui siaran tertulis yang diterima, Rabu (1/12).

              Menurut Setiawan, Gubernur Jabar Ridwan Kamil turut bersimpati dan berempati terhadap hal
              ini karena rumus-rumus di dalam perhitungan dikeluarkannya UMK ini didasarkan kepada PP dan
              tidak diberikan ruang terhadap diskresi daerah untuk menetapkan lebih dari itu.

              “Terkait dengan putusan MK, menyatakan bahwa pemerintah harus memperbaiki peraturan ini
              di  dalam  dua  tahun.  Namun  demikian  selama  dua  tahun  ini  seluruh  peraturan  yang  terkait
              dengan  UU  Cipta  Kerja  dan  seluruh  turunannya  masih  tetap  berlaku  termasuk  PP  36  yang
              mendasari terkait dengan perhitungan UMK ini,” tuturnya.

              Setiawan menegaskan bahwa tugas gubernur hanya menetapkan terkait dengan UMK ini dan
              gubernur  tidak  dapat  merevisi  bahkan  mengoreksi  terkait  dengan  rekomendasi  yang  telah
              disampaikan oleh seluruh bupati/wali kota.

              “Oleh karena itu, surat rekomendasi yang disampaikan oleh bupati/wali kota yang saat ini sudah
              seluruhnya sesuai dengan PP 36, kemudian gubernur menetapkan hal tersebut,” ujarnya.

              Setiawan mengharapkan, untuk ke depannya pihaknya merekomendasikan kepada pemerintah
              pusat agar dapat melibatkan pemerintah daerah lebih jauh khususnya di dalam penghitungan
              UMK ini.

              “Karena  kita  tahu  kondisi  ekonomi  dan  dinamika  antara  daerah  satu  dengan  daerah  lainnya
              sangat bervariasi. Oleh karena itu kami sangat berharap, bahwa pelibatan pemerintah daerah di
              masa  yang  akan  datang  bisa  terlibat  lebih  jauh,”  tuturnya.  (Penulis:  Muhamad  Syarif
              Abdussalam)











                                                           825
   821   822   823   824   825   826   827   828   829   830   831