Page 847 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 847

USULAN UMK KARAWANG NAIK 7,68 PERSEN DITOLAK RIDWAN KAMIL

              Dinas  Tenaga  Kerja  dan  Transmigrasi  (Disnakertrans)  Kabupaten  Karawang  mengakui
              rekomendasi usulan kenaikan upah di wilayahnya ditolak pemerintah Provinsi Jawa Barat.

              Sekretaris Disnakertrans Kabupaten Karawang, Rosmalia Dewi mengatakan, sebelumnya usulan
              Upah Minimum Kabupaten/Kota ( UMK ) Karawang naik sebesar 5,27 persen atau Rp5.051.183.
              Kemudian kembali direvisi menjadi 7,68 persen yakni sekitar Rp5.166.822,36.

              Namun, kata Rosmalia, usulan tersebut ditolak oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.
              "Gubernur ( Ridwan kamil ) minta harus sesuai dengan PP 36," katanya ketika dikonfirmasi, Rabu
              (1/12/2021).

              Dengan demikian, lanjut dia, Kabupaten Karawang untuk tahun 2022 tidak ada kenaikan upah.
              UMK Karawang tetap Rp4.798.312.
              "Kita kan hanya mengusulkan, tetapi pak gubernur meminta untuk direvisi usulannya pada setiap
              Kabupaten/Kota yang mengusulkan tidak sesuai dengan PP 36 tentang pengupahan," kata dia.

              Selain itu, sambung Rosmalia, di Kabupaten Karawang saat ini ada sekitar 2.000 perusahaan
              yang masih berdiri di zona wilayah industri maupun yang ada di Kawasan Industri.

              Dikatakan dia, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) juga pernah mengusulkan bahwa usulan
              UMK harus sesuai dengan PP 36.

              "Mereka mengusulkan UMK tidak naik dengan dasar PP 36," katanya.

              Sementara, Ketua Kamar Dagang Industri (KADIN) Kabupaten Karawang, Fadludin Damanhuri
              mengungkapkan, usulan UMK Karawang memang dinilai begitu tinggi.

              Fadludin menyarankan, supaya UMK Karawang mempertimbangkan mengenai industri-industri
              kecil yang begitu tertekan karena Pandemi Covid-19.

              "Perwakilan  Kadin  ini  ada  Apindo.  Jadi  sudah  bilang,  kita  harapkan  kenaikan  upah  harus
              pertimbangkan seperti UMKM, IKM dan industri kecil lainnya," ungkap dia.

              Menurutnya,  penetapan  usulan  UMK  di  Karawang  juga  harus  berdasarkan  edaran  yang
              dikeluarkan oleh Kemenaker.

              "Kami dari Kadin menyarankan minimal kenaikan UMK itu sesuai dengan edaran Kemenaker,
              tentu juga dengan beberapa faktor yang sudah diperhitungkan oleh pihak pemerintah pusat,"
              tutur dia.

              Kemudian, kata dia, tingginya usulan UMK tahun 2022 dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab)
              Karawang terhadap Pemprov Jawa Barat akan berpengaruh pada jalannya industrialisasi.

              "Saya berharap pemerintah dalam mengusulkan upah harus memperhitungkan juga investasi
              industri di Karawang, tidak atas dasar desakan unsur politik, ataupun tidak atas desakan dari
              kelompok tertentu," ujarnya.

              Kontributor : Akhmad Nursyeha








                                                           846
   842   843   844   845   846   847   848   849   850   851   852