Page 48 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 01 NOVEMBER 2019
P. 48
adalah sebesar 3,39 persen dan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,12 persen.
Dengan demikian kenaikan UMP/UMK tahun 2020 sebesar 8,51 persen.
KSPI menuntut kenaikan UMP/UMK 2020 yang berkisar antara 10 hingga 15 persen.
Kenaikan sebesar ini, kata Iqbal, didasarkan pada survei pasar mengenai kebutuhan
hidup layak yang sudah ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya.
Buruh meminta agar Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah segera mengabulkan
tuntutan buruh.
Selain mengenaikan upah, buruh juga menolak Peraturan Presiden Nomor 75 tahun
2019 terkait dengan kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Dalam Perpres tersebut, iuran
BPJS Kesehatan Kelas 3 yang sebelumnya 25.500 naik menjadi 42 ribu, Kelas 2 dari
51 ribu menjadi 110 ribu dan Kelas 1 dari 80 ribu menjadi 160 ribu.
KSPI mengaku kenaikan iuran BPJS Kesehatan merugikan rakyat. Apalagi kenaikan
tersebut dilakukan di tengah perekonomian yang sedang sulit.
"Pemerintah harus sadar, iuran BPJS akan ditanggung satu keluarga. Jika dalam
satu keluarga terdiri dari 5 orang, maka untuk Klas 3 harus membayar 210 ribu per
bulan. Bayangkan masyarakat di Kebumen dan Sragen yang UMK nya hanya 1,6
juta. Mereka harus mengeluarkan 10 persen lebih untuk membayar BPJS. Itu akan
mencekik rakyat kecil," tegas Iqbal.
"Sekali lagi, tuntutan kami dalam aksi ini adalah tolak PP 78/2015 tentang
Pengupahan, tolak Perpres 75/2019 terkait kenaikan iuran BPJS Kesehatan, dan
naikkan upah minimum 2020 berkisar 10 hingga 15 persen," tegas Said.
Reporter: Chrismonica
Page 47 of 170.

