Page 52 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 01 NOVEMBER 2019
P. 52
Title UMP YOGYAKARTA DISEPAKATI RP1,7 JUTA, NAIK 8,51%
Media Name okezone.com
Pub. Date 31 Oktober 2019
https://economy.okezone.com/read/2019/10/31/320/2123961/ump-yogyakarta -
Page/URL
disepakati-rp1-7-juta-naik-8-51?page=1
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Besarnya upah minimum provinsi (UMP) Daerah Istimewa Yogyakarta 2020 disepakati
sebesar Rp1.704.000. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 8,51% dibanding UMP DIY di
2019 sebesar Rp1.570.000.
"Rapat tadi telah menyepakati besaran UMP naik 8,51%," jelas Kepala Dinas Tenaga Kerja
dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY Andung Prihadi Santosa, usai rapat koordinasi
penentuan UMP di Kepatihan Yogyakarta, Rabu (30/10/2019).
Hasil rapat terkait penentuan besaran UMP dan UMK ini, selanjutnya akan diserahkan
kepada Gubernur. Sesuai agendanya, penetapan UMP dan UMK ini akan dilakukan Gubernur
pada 2 November mendatang.
Metode perhitungan kenaikan upah ini, masih mengacu pada peraturan pemerintah nomor
78 tahun 2015 dan surat edaran Kementerian tenaga kerja nomor B-
M/308/HI.01.00/X/2019 per tanggal 15 Oktober 2019. Dalam surat tersebut menetapkan
kenaikan UMP sebesar 8,51% atau naik nol,48% dibanding tahun 2019 ini.
Penetapan UMP dan UMK juga mendasarkan atas tingkat inflasi nasional dan pertumbuhan
produk domestik bruto tahun 2019 ini. Hal tersebut juga berlaku di semua provinsi yang ada
di seluruh Indonesia.
"Penetapan UMP ini juga mengacu apa yang ada di tingkat nasional," jelasnya..
Dalam pertemuan ini, UMK Gunungkidul masih yang terendah,sebesar Rp 1,705 juta dari
sebelumnya Rp1.571.000. Kota Yogyakarta sebesar Rp2.004.000, naik dari Rp1.846.000,
Sleman Rp1,846.000, naik dari sebelumnya Rp1.701.000. Sedangkan Bantul sebesar
Rp1.790.000 naik dari Rp1.649.000 dan Kulonprogo Rp1.613.000 menjadi Rp1.750.000.
"Tertinggi UMK Kota dan terendah tetap Gunungkidul," jelasnya.
Sekjen Aliansi Buruh Yogyakarta (ABY), Kirnadi mengaku kecewa dengan hasil kesepakatan
dalam penentuan UMP dan UMK di DIY. Besaran yang ditentukan tidak sensitif terkait
dengan kebutuhan layak buruh dan juga bekerja.
"Hasil survey kita, kebutuhan hidup layak di DIY adalah sebesar Rp2.400.000 hingga
Rp2.700.000. UMP ini masih di bawahnya," ujarnya.
(fbn)
Page 51 of 170.

