Page 104 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 02 SEPTEMBER 2019
P. 104
"Kalau bicara mengenai TKI, yang sekarang disebut PMI ini seakan-akan cerita
duka, dengan adanya kasus-kasus yang menimpa PMI. Padahal di luar negeri sana,
banyak sekali diaspora yang bekerja sebagai dokter, perawat, dan berbagai
pekerjaan profesional lainnya," paparnya.
Perubahan ini bisa dimulai dengan mengubah mindset tentang bekerja di luar
negeri. Penyebutan tenaga kerja Indonesia (TKI) pun, di dalam UU nomor 18 tahun
2017 diubah menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Seperti halnya pengiriman PMI melalui skema Government to Government (G to G)
ke Korea Selatan.
"PMI yang bekerja ke sana hanya lulusan SMP dan SMA, tetapi bisa mendapatkan
gaji dasar Rp 21 juta per bulan. Kalau bisa menempatkan ke luar negeri dengan gaji
besar, mengapa kita masih mengirimkan PMI yang bekerja sebagai pembantu
rumah tangga? Untuk itu ke depan, BNP2TKI akan menekan penempatan PMI yang
low level dan fokus untuk membuka peluang kerja bagi PMI profesional," ujarnya.
Tatang berpesan kepada mahasiswa, sebagai calon pemimpin di masa mendatang,
mereka harus senantiasa membuka mata dan memperluas horizon, serta
mempersiapkan diri dengan meningkatkan kompetensi, selalu meng-update diri dan
tidak mudah terprovokasi.
Page 102 of 172.

