Page 151 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 02 SEPTEMBER 2019
P. 151
khususnya bonusnya demografi yang akan segera dialami Indonesia. Menaker akan
memberikan presentasi pada sesi tematik 2 terkait pekerjaan bagi kaum
muda/youth employment.
"Pertemuan para menteri tenaga kerja G20 ini akan membahas solusi atas
problematika ketenagakerjaan yang terjadi di negara masing-masing. Sehingga, ada
saling berbagi informasi antar negara dan dapat berdampak kepada pertumbuhan
ekonomi dunia," kata Hanif Dhakiri dalam keterangan pers dari biro humas
Kemnaker di Matsuyama (30/8/2019).
Menurut Hanif, Indonesia akan menghadapi bonus demografi di mana jumlah
penduduk usia produktif (antara 15-64 tahun) lebih besar daripada penduduk usia
nonproduktif. Ini akan menjadi modal peningkatan pertumbuhan ekonomi yang
signifikan namun penduduk usia produktif harus menjadi tenaga kerja yang
produktif dan kompetitif dengan skill yang baik.
"Bonus demografi ini tidak secara otomatis dinikmati begitu saja perlu didukung oleh
kebijakan yang sesuai seperti perbaikan dan peningkatan pelayanan kesehatan,
keterampilan melalui pendidikan dan pelatihan, dan pengendalian jumlah penduduk,
serta kebijakan ekonomi yang mendukung fleksibelitas dan keterbukaan pasar kerja.
Namun, penangangan bonus demografi ini harus menjadi bagian penting dari
pencarian solusi bersama anggota G20. Itulah pentingnya kerja sama dan
pertemuan LEMM ini," kata Hanif.
Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Ketenagakerjaan Indah Anggoro
Putri mengatakan bahwa dalam G20 LEMM ini, isu tematik lainnya yang dibahas
antara lain employment of older workers and longer working life, new job
opportunities in ageing societies for the future of long-term care work, gender
equality, dan new forms of work.
"Hasil pertemuan para menteri tenaga kerja anggota G20 diharapkan akan dapat
diimplementasikan dalam upaya membangun ketenagakerjaan di Indonesia," kata
Page 149 of 172.

