Page 334 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 DESEMBER 2021
P. 334
Dalam SK yang telah ditandatangani tersebut, Ansar Ahmad menetapkan UMK Batam tahun 2022
naik menjadi 4.186.359 sesuai usulan DPK Batam yang tidak dihadiri oleh unsur serikat pekerja.
Hal ini mengundang kekecewaan buruh yang sangat dalam. Gubernur tidak memihak kepada
buruh yang notabene adalah alat penggerak roda ekonomi Indonesia, Kota Batam khususnya.
"Penguasa mungkin memiliki kekuasaan untuk menentukan nasib kami, tetapi yang maha kuasa
juga punya kekuatan yang besar untuk pemimpin yang dzolim. Berpihaklah kepada rakyat kecil
Pak," teriak buruh.
"Tiga puluh lima ribu tidak cukup Pak Gubernur. Kurang lebih hanya naik seribu per hari. Tidak
sebanding dengan lonjakan kebutuhan hidup kami Pak. Naikan UMK 5-10 persen," teriak buruh
lainnya.
Unjuk rasa buruh di Batam kali ini menyebabkan kawasan Mukakuning macet total. Terpantau
ribuan massa buruh bergerak menuju Temenggung Abdul Jamal untuk menggelar aksi.
Untuk diketahui, Gubernur Kepri Ansar Ahmad telah menetapkan Upah Minimum
Kabupaten/Kota se-Provinsi Kepri (UMK) untuk tahun 2022, pada Rabu (1/12/2021).
Dilansir dari situs resmi Pemprov Kepri, UMK Batam tahun 2022 ditetapkan sebesar Rp
4.186.359, atau mengalami kenaikan 0,85 persen dari besaran UMK tahun 2021.
Ansar mengatakan UMK yang ditetapkan tahun 2022 ini sudah sesuai dengan aturan dan melalui
sidang dewan pengupahan yang diikuti seluruh kabupaten kota se-Provinsi Kepri sesuai dengan
apa yang direkomendasikan Bupati dan Walikota.
"Untuk itu, kami harap semua pihak menerima ketetapan dan keputusan pemerintah ini," tegas
Ansar Kembali. (taufik).
333

