Page 339 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 DESEMBER 2021
P. 339

Ia  menuturkan,  massa  mogok  kerja  selanjutnya  diarahkan  untuk  kembali  menggelar  aksi  di
              Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang.
              "Kami menyatakan dalam masa berkabung atas matinya kesejahteraan dan keadilan untuk buruh
              di  Provinsi  Banten.  Kami  akan  mogok.  Dari  tanggal  6  sampai  dengan  10  Desember  2022,"
              katanya, kemarin. Sebelumnya, Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) sempat bereaksi terkait
              tuntutan buruh yang meminta nillai UMK 2022 direvisi dengan kenaikan sebesar 5,4 persen.

              Menurut  dia,  hal  itu  sulit  dilakukan,  karena  bertentangan  dengan  aturan  yang  ditetapkan
              Pemerintah  Pusat.  WH  mengatakan,  jika  penetapan  UMK  2022  mengacu  pada  Peraturan
              Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

              Selanjutnya juga berpatokan pada Surat Edaran (SE) Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Nomor B-
              M/383/HI.01.00/XI/2021. "Buruh nuntut naik, formulasi (penetapan UMK 2022) sudah dibuat
              dalam PP dan SE Menaker," ujarnya.

              WH  mengklaim,  jika  pihaknya  merevisi  dan  menaikan  lagi  UMK  2022,  maka  hal  itu  akan
              bertentangan dengan ketentuan yang diberikan Pemerintah Pusat. Sebab, nominal UMK 2022
              diputuskan sesuai dengan fomula atau ketentuan dari Pemerintah Pusat. "Buruh minta naik,
              kalau gubernur naikin pengusaha enggak mau. Bertentangan dengan PP dan SE Menaker, lalu
              gubernur harus gimana," ucapnya.
              Soal buruh yang akan berdemo untuk menuntut, agar UMK 2022 direvisi, WH mempersilakan
              mereka untuk menyampaikan aspirasinya. "Enggak apa-apa (buruh demo), saya berangkat dari
              ketentuan,  tidak  melihat  dari  pertimbangan  lain.  Saya  hanya  melaksanakan  perintah  dan
              kewajiban, itu saja," tuturnya.

              Diketahui  sebelumnya,  UMK  2022  di  Provinsi  Banten  telah  ditetapkan  dan  tertuang  dalam
              Keputusan  Gubernur  Banten  Nomor  561/Kep.282-Huk/2021  tentang  UMK  di  Provinsi  Banten
              Tahun 2022. Terdapat tiga daerah yang tak mengalami kenaikan upah. Rinciannya, Kabupaten
              Pandeglang tidak ada kenaikan atau tetap di Rp 2.800.292.64.

              Kabupaten  Lebak  menjadi  Rp  2.773.590.40  dari  Rp  2.751.313.81  atau  naik  0,81  persen.
              Kabupaten Serang tidak ada kenaikan atau tetap di Rp 4.215.180.86. Kabupaten Tangerang
              tidak ada kenaikan atau tetap di Rp 4.230.792.65. Selanjutnya, Kota Tangerang menjadi Rp
              4.285.798.90 dari Rp 4.262.015.37 atau naik 0,56 persen.

              Kota Tangerang Selatan menjadi Rp 4.280.214.51 dari Rp 4.230.792.65 atau naik 1,17 persen.
              Kota Cilegon menjadi Rp 4.340.254.18 dari Rp 4.309.772.64 atau naik 0,71 persen. Kota Serang
              menjadi Rp 3.850.526.18 dari Rp 3.830.549.10 atau naik 0,52 persen.

              (Azzam/H-42)***

              Caption:

              AKSI buruh saat mengawal penetapan UMK 2022 di KP3B, Kota Serang, beberapa hari lalu.*














                                                           338
   334   335   336   337   338   339   340   341   342   343   344