Page 36 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 APRIL 2020
P. 36

tempo pembayaran, yang memberikan efek domino memaksa perusahaan
               mengajukan penangguhan pembayaran ke pemasok bahan baku.

               "Aktivitas pekerja juga banyak yang bergilir. Pegawai-pegawai yang sakit
               dipaksakan jangan masuk karena akan berisiko pegawai lain tertular. Hal tersebut
               menurunkan produktivitas kerja karyawan," katanya.

               Lilo mengatakan sulit mengejar target pemasaran karena situasi lapangan yang
               membuat petugasnya susah masuk ke wilayah yang menerapkan karantina.

               "Karyawan juga ada yang meminta untuk dirumahkan karena takut wabah jika tetap
               bekerja ke lapangan," kata Lilo.

               Hemat Anggaran Muhammad Yasin, pemilik Gesit Konveksi, merumahkan beberapa
               karyawannya. Yasin menunggu produksi kembali berjalan dan karyawan yang
               dirumahkan akan dipanggil lagi.

               "Lumayan tantangannya dan itu untuk menghemat anggaran," kata Yasin lewat
               aplikasi WhatsApp, Kamis (2/4).

               Sekarang, kata Yasin, cuma satu orang karyawan lapangan dari sebelumnya tiga
               karyawan.

               Mereka adalah yang bertugas di lapangan yang biasa belanja-belanja bahan, kirim-
               kirim barang, dan lain-lain.

               Menurut Yasin, April ini belum ada order yang masuk. Biasanya, kata Yasin, setiap
               hari orderan masuk.

               "Ini April baru dua hari. Dampak virus korona ini lumayan," katanya.

               Yasin memiliki rencana, kalau kondisi belum banyak berubah, dia akan
               menghentikan produksi supaya beban operasionalnya tidak banyak. Untuk topi pun,
               kata Yasin, sekarang tidak banyak orderan. Sebagian mitra (penerima maklun),
               katanya, berhenti jahit.

               Kondisi serupa dialami pengusaha rajut binong. Bahkan, Asep Dadang (42),
               pengusaha rajut, mengatakan barang pesanan yang tertahan mencapai 90 persen.

               "Itu terjadi karena banyak perusahaan ekspedisi yang libur," kata Asep lewat
               WhatsApp, Kamis (2/4).

               Menurut Asep, produksi rajutnya masih berjalan dan pesanan datangnya hanya dari
               online, sedangkan lewat offline sedikit. Karena itu, karyawan di rumahnya bergilir
               masuk bergantian selama seminggu.

               Hal yang sama dirasakan perajin rajut lainnya, Epa Sartika (39). Menurutnya, di



                                                       Page 35 of 274.
   31   32   33   34   35   36   37   38   39   40   41