Page 37 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 APRIL 2020
P. 37
Binongjati masih ada yang berproduksi. Namun, katanya, sebagian lagi diliburkan.
Menurutnya, barang banyak yang menumpuk di gudang karena orderan cenderung
sepi. Lagi pula, kata Epa, banyak perusahaan ekspedisi yang tutup.
"Yang saya tahu itu di sekitaran Jalan Ibrahim Adjie," kata Epa lewat WhatsApp,
Kamis (2/4).
Pengusaha sepatu pun merasakan hal yang sama. Menurut Ketua Umum Asosiasi
Pengrajin Alaskaki Indonesia (APAI), H. Taufiq Rahman, MBA (52), perusahaan
sepatu banyak yang berhenti total.
"Sekarang bahan baku tidak ada. Kirim barang juga tidak bisa. Kan, dilarang
pemerintah. Beberapa kota sudah ditutup. Yang bisa lewat cuma ekspedisi
sembako," katanya kepada Tribun lewat WhatsApp, Kamis (2/4).
Taufiq mengatakan, berdasarkan info dari teman-temannya, banyak perajin
beristirahat dulu.
"Kami hanya bisa istirahat di rumah. Bantu pemerintah untuk tinggal dalam rumah
saja mencegah penyebaran Covid-19," katanya. (nazmi abdurahman/januar ph)
Siapkan Asupan Sehat Setiap Hari UNTUK memberikan jaminan kesehatan bagi
karyawannya, Yusuf Sahroni (31), pemilik perusahaan sneakers LAF Project, sangat
memperhatikan asupan. Dia menyediakan makanan sehat.
"Memperhatikan juga karyawannya karena kadang pegawai suka telat makan. Agar
sistem imun stabil atau tidak lemah," kata Yusuf saat dihubungi Tribun Jabar lewat
WhatsApp, Kamis (2/4).
Yusuf juga mengisolasi pekerjanya di rumah yang sekaligus tempat produksi di
Gang Haji Ibrahim, Jalan Ciabduyut, Kota Bandung. Terutama bagian administrasi
yang kebanyakan belum berumah tangga dan indekos. Mereka bisa tidur di tempat
yang telah disediakan di sana.
Karena karyawannya sedikit, Yusuf memberikan jarak antara karyawan dan
karyawan lainnya di tempat bekerja. "Ini untuk menjaga kesehatan. Kami juga
menyediakan hand sanitizer. Setiap keluar-masuk, karyawan harus pakai hand
sanitizers," katanya.
Untuk yang bekerja di pabrik karena kebanyakan karyawannya sudah menikah,
Yusuf memperbolehkan pulang. Namun, katanya, tetap memperhatikan asupan dan
kesehatan mereka.
Yusuf berharap pandemi virus korona cepat berlalu. Setelah virus itu merebak,
Yusuf merasa waswas. Terutama terhadap kesehatan keluarga, karyawan, dan
semua warga Indonesia. "Kalau seperempat orang Indonesia terkena, kan, bahaya
juga untuk ke depannya," kata Yusuf.
Page 36 of 274.

