Page 121 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 APRIL 2020
P. 121
Menurut Fajar, saat ini Taiwan mengalami gelombang kedua (second wave)
penyebaran Covid-19, yang ditandai dengan peningkatan jumlah kasus positif sejak
pertengahan Maret lalu. Hingga 30 Maret, ada 306 kasus positif Covid-19. Sebanyak
262 kasus diklaim sebagai imported cases yang berasal dari mereka yang memiliki
riwayat perjalanan dan terinfeksi dari negara-negara terdampak. Dari total kasus
tersebut, 39 orang dinyatakan sembuh alias negatif, sedangkan 5 orang meninggal
dunia.
"Namun, otoritas Taiwan tidak memberlakukan kebijakan stay at home atau work
from home, apalagi lockdown, selama pandemik Covid-19. Aktivitas pemerintahan,
bisnis, dan perkantoran berjalan normal seperti biasa," ujar Fajar yang bertugas di
KDEI Taipei sejak 2018.
Secara umum, kata dia, seluruh WNI di Taiwan dalam kondisi baik. Secara dekat,
KDEI Taipei memantau kondisi mereka baik langsung maupun tidak langsung
melalui organisasi-organisasi WNI yang ada.
Sejak 29 Februari, otoritas Taipei melarang warga Taiwan dan warga negara asing
berkumpul di hall Taipei Main Station (TMS) hingga batas waktu yang belum
ditentukan. Padahal TMS menjadi lokasi berkumpul utama para WNI saat berlibur di
akhir pekan. Namun demikian, stasiun kereta dan moda transportasi kereta di Taipei
tetap beroperasi seperti biasa.
Pekerja Migran Rentan Terpapar Covid-19
Fajar menjelaskan, pandemik Covid-19 di Taiwan tentu berdampak kepada sekitar
300 ribu WNI. Dampak langsung, misalnya, berkurangnya kesempatan mengadakan
aktivitas-aktivitas sosial, karena otoritas lokal sangat membatasi kegiatan-kegiatan
yang melibatkan banyak orang.
Bagi sebagian besar PMI yang bekerja di sektor domestik, seperti merawat jompo
dan asisten rumah tangga, sangat rentan terpapar Covid-19 karena pekerjaan
menuntut mereka tidak dapat menghindari kontak langsung dengan orang-orang di
dalam rumah tempatnya bekerja. Bahkan pekerja di sektor manufaktur/pabrik
punya kerentanan sama ketika ada pekerja lain terinfeksi yang harus dikarantina
selama 14 hari sehingga pendapatannya tidak optimal.
KDEI Taipei sejauh ini mencatat belum ada keluhan WNI yang terlalu berat. Hanya
permintaan bantuan masker dan hand sanitizer, karena agak sulit mendapatkannya.
Keluhan lain terkait realisasi kebijakan-kebijakan baru untuk mencegah penyebaran
Covid-19 yang langsung berkaitan dengan kepentingan para pekerja migran,
pelajar, dan WNI lainnya.
Untuk urusan masker ini, KDEI Taipei melihat ada masalah meski otoritas Taiwan
mengizinkan warga asing yang memiliki kartu asuransi atau kartu izin tinggal dapat
membeli masker sebanyak 3 masker per minggu sesuai jadwal yang ditentukan.
Karena jadwal bekerja, banyak pekerja migran Indonesia tidak dapat membeli
masker sesuai jadwalnya. Akibatnya kebanyakan tidak memiliki stok masker
Page 120 of 179.

