Page 117 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 APRIL 2020
P. 117
Title TAK PUNYA IZIN, TKA ASAL CHINA DIPULANGKAN DARI BINTAN
Media Name cnnindonesia.com
Pub. Date 01 April 2020
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200401150905-20-489185/tak-pun ya-izin-
Page/URL
tka-asal-china-dipulangkan-dari-bintan
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Jakarta - Pemerintah Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, memutuskan untuk
memulangkan 39 tenaga kerja asing ( TKA ) asal China yang akan bekerja secara
ilegal di PT Bintan Alumina Indonesia (BAI).
Keputusan tersebut diambil setelah Pemkab Bintan rapat dengan seluruh instansi
terkait, termasuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bintan dan Kepri,
di Kawasan PT BAI, Rabu (4/1).
Kepala Administrator Kawasan Ekonomi Khusus Galang Batang, Hasparizal Handra
mengatakan puluhan TKA asal China itu melanggar Undang-Undang Nomor 13
Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
Menurutnya, 39 TKA akan dibawa ke Jakarta terlebih dahulu besok karena mereka
ke Bintan melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Proses pemberangkatan
mereka menjadi tanggung jawab PT BAI.
"Lalu lintas keimigrasian mereka sesuai ketentuan, tidak ada yang dilanggar, namun
mereka sampai sekarang belum dapat menunjukkan izin sebagai tenaga kerja
asing," kata Hasparizal dikutip dari Antara.
Hasparizal mengatakan pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan kesehatan
terhadap 39 orang TKA itu dengan menggunakan rapid test terkait virus corona.
"Apapun hasilnya, mereka tetap harus diberangkatkan ke Jakarta," ujarnya.
Saat rapat berlangsung, Bupati Bintan Apri Sujadi menegaskan masyarakat menolak
kehadiran TKA itu karena resah menghadapi virus corona.
Di sisi lain, kata Apri, banyak warga Bintan yang diberhentikan kerja sementara PT
BAI memasukkan pekerja asing. PT BAI dinilai tidak tepat mendatangkan pekerja
asing di saat wabah corona.
"Kami tidak peduli, apapun yang terjadi, kami harus berada bersama masyarakat.
BAI harus memahami kondisi masyarakat ini," kata Apri lewat sambungan 'video
call'.
Sementara, Direktur PT BAI Santoni awalnya mengaku tidak mengetahui 39 orang
TKA itu akan bekerja di perusahaannya. Ia baru mengetahuinya setelah mereka tiba
di Bandara Hang Nadim.
Page 116 of 179.

