Page 35 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 OKTOBER 2019
P. 35
Endang menjelaskan, sepanjang 2019 ini Direktorat Jenderal IKMA melalui
Direktorat IKM Pangan, Barang dari Kayu dan Furnitur memang menggelar berbagai
program dalam rangka pengembangan kompetensi dan sertifikasi SDM IKM Kopi.
Antara lain Bimbingan dan Sertifikasi SKKNI Barista, Bimbingan Teknis Roasting dan
Blending dan Bimbingan Teknis Uji Cita Rasa Kopi.
Program tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan lembaga-lembaga pelatihan
yang kompeten.
Untuk kerjasama dengan Esperto Barista Course dan LSP Barista Indonesia untuk
penyelenggaraan Bimbingan dan Sertifikasi SKKNI Barista kali ini merupakan yang
ketiga kalinya diselenggarakan setelah sebelumnya dijalankan di tahun 2017 dan
2018.
Dia menilai, sebagai negara beriklim tropis, Indonesia merupakan lokasi yang cocok
untuk budidaya kopi karena Indonesia merupakan negara penghasil biji kopi
terbesar keempat di dunia setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia.
Selain memiliki jumlah produksi yang cukup besar, Indonesia dikaruniai berbagai
jenis kopi dengan cita rasa khasnya masing-masing.
Hal tersebut menjadi potensi pengembangan industri pengolahan kopi di dalam
negeri. Karena itu, pembudidayaan dan pengelolaan terutama specialty coffee
Indonesia merupakan langkah strategis yang harus terus dikembangkan.
Profesi barista sendiri dipandang memiliki peranan penting dalam rantai nilai industri
kopi sebagai profesi akhir yang menyajikan kopi kepada konsumen.
Barista diharapkan mengetahui seluk beluk kopi dan mengerti prosesnya dari awal.
Berbagai pengetahuan dan keahlian yang dimilikinya diharapkan dapat
menghasilkan cita rasa kopi terbaik sesuai dengan karakter biji kopi tersebut.
Selain itu, barista juga dapat berperan dalam memberikan informasi kepada
pencinta kopi seputar kopi yang dinikmatinya, dan sebagai penghubung antara
pecinta kopi dengan petani/penghasil kopi.
Page 34 of 82.

