Page 68 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 OKTOBER 2019
P. 68

"Prospek tersebut memberi peluang kerja sebagai barista yang menjadi sebuah
               profesi baru yang cukup menjanjikan. Apalagi pengolahan kopi menggunakan teknik
               kopi saring itu tidak membutuhkan biaya yang sangat besar," kata Teguh.


               Dengan pelatihan kopi saring yang intensif di BLK Banda Aceh, peserta diarahkan
               agar menguasai dasar-dasar pengetahuan tentang kopi seperti sejarah, jenis kopi
               dan peluang usahanya.


               Juga dibekali teknik-teknik meracik dan menyeduh kopi mulai cupping, manual
               brew, espresso based, cappuccino dan latte art. Menurut Teguh, dengan munculnya
               barista-barista baru yang kemungkinan besar tertarik membuka kafe kopi,
               diharapkan akan memberi efek baik bagi terserapnya pasar kerja baru di Banda
               Aceh.

               "Setidaknya, jika satu barista mendirikan kafe, akan menarik dua pekerja baru
               mengelolanya," kata Teguh.

               Teguh mengungkapkan sepanjang 2019, dari enam paket pelatihan yang digelar
               BLK Banda Aceh, telah melahirkan siswa yang menjadi wirausaha. Dari sisi
               manajemen program barista, para alumni masih aktif membentuk jejaring.

               Jadi setiap ada event atau pameran, ada alumni dari setiap paket atau gelombang
               itu datang ke pameran untuk mengikuti pameran. "Mereka saling berkompetisi per
               angkatan untuk memberikan yang terbaik. Kompetisi itu bagus untuk membina
               semangat dan motivasi para siswa dan alumni. Nanti di ajang kompetisi dan
               keterampilan nasional di Samarinda, BLK Banda Aceh akan membawa produk kopi
               barista khususnya kopi saring," ujarnya.


               Teguh menambahkan tingginya animo masyarakat Banda Aceh menjadi barista,
               menjadi pertimbangan BLK Banda Aceh untuk merevisi penambahan peserta
               pelatihan khususnya barista dari Aceh.

               Pelatihan barista yang selama ini 240 jam pelajaran (JP) pun diminta ditambah jam
               pelajarannya khusus untuk memberikan pelatihan kopi saring, setelah menerima
               masukan dari peserta.

               Setelah mengikuti pelatihan, BLK Banda Aceh juga akan berupaya para penjual kopi
               maupun barista di Aceh agar memiliki serfitifikat kompetensi ke depannya.

               "Jadi setiap selesai pelatihan langsung di sertifikasi dan tingkat kelulusan peserta
               pelatihan di atas 90 persen, khusus barista," kata Teguh.
















                                                       Page 67 of 82.
   63   64   65   66   67   68   69   70   71   72   73