Page 33 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 MARET 2020
P. 33

Title          TIM OMNIBUS LAW: NKRI BERBEDA DENGAN NEGARA FEDERAL
               Media Name     tempo.co
               Pub. Date      05 Maret 2020
                              https://nasional.tempo.co/read/1315687/tim-omnibus-law-nkri-berbeda-de ngan-negara-
               Page/URL
                              federal
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive













               TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Tim Omnibus L aw Pemerintah I Ktut Hadi Priatna
               menjawab tudingan upaya resentralisasi pemerintah pusat pada Pasal 166 RUU
               Cipta Kerja. Pasal tersebut menyatakan peraturan presiden (perpres) bisa
               membatalkan peraturan daerah (perda). Ktut mengingatkan bahwa Indonesia
               adalah negara kesatuan, bukan negara federal.

               "Artinya di NKRI, pucuk pemimpin pemerintahan adalah presiden," kata Ktut dalam
               diskusi 'Desas Desus Omnibus' di Grand Cemara Hotel, Jakarta, pada Rabu lalu, 4
               Maret 2020.

               Ktut, yang juga Kepala Biro Hukum, Persidangan, dan Hubungan Masyarakat
               Kementerian Koordinator Perekonomian, menerangkan wewenang menteri dan
               kepala daerah pun pendelegasian wewenang presiden.

               Menurut dia, kewenangan presiden mencabut perda melalui perpres adalah bentuk
               koreksi kebijakan dari eksekutif.

               "Presiden bisa membatalkan perda, ini executive review." Pasal 166 RUU Cipta Kerja
               dikritik karena dianggap bertentangan dengan putusan Mahkamah Konstitusi yang
               menyatakan, perda hanya bisa dibatalkan melalui uji materi di Mahkamah Agung.

               Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD)
               Robert Endi Jaweng mengatakan pelaksanaan pasal 166 berimplikasi pada
               pelimpahan kewenangan dari daerah ke pusat.

               "Ini resentralisasi kewenangan ke pusat," kata Jaweng seperti dikutip Koran Tempo
               dalam edisi Senin, 17 Februari 2020.

               Jaweng juga menuding beberapa pasal di omnibus law RUU Cipta Kerja
               bertentangan dengan semangat reformasi, seperti prinsip otonomi daerah.

               Dia berpendapat, omnibus law RUU Cipta Kerja menempatkan kepala daerah
               seolah-olah bawahan presiden. "Padahal mereka dipilih oleh rakyat.".





                                                       Page 32 of 126.
   28   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38