Page 35 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 MARET 2020
P. 35

Ketentuan RUU Cipta Kerja tersebut dinilai Usman telah melanggar Pasal 7 Konvensi
               Internasional tentang Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya (ICESCR).

               "Pasal itu mengatur hak buruh mendapat upah minimum yang mendukung standar
               kehidupan yang layak," ujarnya.

               Dia juga menyoroti pemberlakuan perjanjian kerja waktu tertentu menjadi tidak
               tertentu, pengusaha boleh memberlakukan waktu kerja melebihi 40 jam per pekan
               atau 8 jam per hari, membedakan standar upah minimum pekerja usaha mikro dan
               kecil dengan pekerja perusahaan padat karya, dan peniadaan cuti berbayar untuk
               jenis-jenis cuti tertentu.

               Usman bahkan mempersoalkan ketentuan yang memberikan kebebasan bagi
               pengusaha untuk menentukan target hasil yang harus dicapai oleh pekerja sebagai
               dasar penghitungan upah minimum.

               Merujuk penelitian Amnesty di sejumlah perkebunan sawit, target semacam ini
               membuat para buruh harus melibatkan anak-anak mereka untuk bekerja.

               "Demi memenuhi target yang ditetapkan perusahaan.".



















































                                                       Page 34 of 126.
   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39   40