Page 60 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 MARET 2020
P. 60
"Kemarin malam pelapor sudah sepakat untuk damai dan mencabut laporan, tapi
malah diintervensi pimpinan pusatnya," kata Sunarno. Jadi, lanjut dia, laporan
belum berhasil dicabut.
"Tadi pelapor sudah datang ke polres untuk cabut laporan, tapi tidak direspons
pihak polres karena Pimpinan Pusat KSPSI AGN belum ada konfirmasi," ujar
Sunarno.
Kejadian bermula ketika Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3) berencana
berdemonstrasi dengan titik kumpul di beberapa Kawasan Industri Kota Tangerang,
Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang dan Kota Cilegon. Salah satu titik kumpul
peserta aksi ialah di wilayah Kuta Jaya, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Selasa
(3/3/2020).
Sebelum menuju titik kumpul, massa aksi yang mengikuti arahan mobil komando
berhenti dan berkoordinasi dengan buruh PT IKAD dan meminta pengurus unit kerja
SP KEP KSPSI terlibat aksi. "Dialog ditujukan untuk mengajak kelompok buruh PT
IKAD turun aksi bersama menolak RUU Cilaka dan Omnibus Law," kata Sunarno.
Saat dialog berlangsung, terjadi cekcok antara seorang pengurus serikat SP KEP
KSPSI mendorong salah satu massa aksi dari SBN KASBI. Massa aksi yang lain
bermaksud melerai mereka, namun berbuntut saling pukul. Perselisihan terjadi
selama lima menit dan dapat dihentikan. Selanjutnya terjadi kesepakatan damai
antara negosiator massa aksi dan pengurus SPSI KEP PT IKAD.
Kemudian, Erus Saleh melaporkan kejadian itu ke Polresta Tangerang, sekira pukul
22.05 WIB, dengan dugaan Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dan/atau Pasal
160 KUHP tentang Penghasutan.
Laporan itu diterima pihak kepolisian dan tercantum dalam Laporan Polisi Nomor:
LP/212/K/III/2020/Resta Tangerang bertanggal 3 Maret 2020. Pelapor sekaligus
korban ialah Erus Saleh dan Wakil Ketua PUK SP KEP KSPSI PT IKAD, Iskandar.
Page 59 of 126.

