Page 73 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 JANUARI 2020
P. 73

Title          PP MUHAMMADIYAH: RUU OMNIBUS LAW CACAT MORAL DAN PROSEDURAL
               Media Name     sindonews.com
               Pub. Date      29 Januari 2020
                              https://nasional.sindonews.com/read/1510468/12/pp-muhammadiyah-ruu-omn ibus-law-
               Page/URL
                              cacat-moral-dan-prosedural-1580261651
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative















               JAKARTA - Pemerintah segera mengajukan draf Rancangan Undang-Undang (RUU)
               Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja dan Sistem Perpajakan ke DPR. Pembahasan
               kedua RUU tersebut ditargetkan tuntas dalam 100 hari.

               Namun, sejumlah pihak mengkritisi RUU Omnibus Law tersebut. Pimpinan Pusat
               (PP) Muhammadiyah misalnya, menyebutkan bahwa RUU Omnibus Law cacat
               prosedural dan substansial.

               "Setelah kami mempelajari, terlepas dari pro dan kontra, kami menyimpulkan bahwa
               RUU ini tidak mencerminkan penghormatan terhadap hak masyarakat. Salah
               satunya hak untuk tahu yang dijamin konstitusi dasar. Dampak dari tidak
               diberitahukannya (draf RUU Omnibus Law) itu yang kami khawatirkan bersama,
               dampak destruktif yang akan diderita oleh masyarakat terkait alam dalam arti
               agraria secara luas, termasuk daulat negara," ujar Ketua PP Muhammadiyah bidang
               Hukum dan Kebijakan Publik Busyro Muqoddas kepada wartawan di Gedung Pusat
               Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (28/1/2020).

               Busyro mengatakan bahwa dalam menyiapkan RUU Omnibus Law ini sangat terlihat
               adanya proses pelemahan demokrasi yang semakin vulgar. "Makanya kita ingatkan
               jangan sampai cederai masyarakat, melukai masyarakat," tuturnya. ( ) PP
               Muhammadiyah bahkan telah melakukan kajian bersama terkait draf Omnibus Law
               yang mulai beredar di tengah masyarakat bersama sejumlah elemen sipil seperti
               Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah, Pimpinan Pusat Aisyiyah, DPP Ikatan
               Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), PP Nasyiatul Aisyiyah, Majelis Ekonomi dan
               Kewirausahaan PP Muhammadiyah, Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PP
               Muhammadiyah, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), dan Indonesia
               Corruption Watch (ICW).

               Ada pula Aliansi Masyarakat Nusantara (AMAN), Perhimpunan Pembela Masyarakat
               Adat Nusantara (PP MAN), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Pusat Studi
               Hukum dan Kebijakan (PSHK), Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Yayasan
               Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Publish What You Pay (PWYP), Forum
               Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), TUK Indonesia, KONTRAS, Pusat




                                                       Page 72 of 87.
   68   69   70   71   72   73   74   75   76   77   78