Page 93 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 MARET 2020
P. 93

Title          WALHI, AMAN, KPA TOLAK HADIRI RAPAT OMNIBUS LAW DI ISTANA
               Media Name     cnnindonesia.com
               Pub. Date      03 Maret 2020
                              https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200303154617-20-480130/walhi-a man-kpa-
               Page/URL
                              tolak-hadiri-rapat-omnibus-law-di-istana
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative







               Jakarta - Sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) menolak memenuhi
               undangan rapat bersama Kantor Staf Presiden guna membahas RUU Omnibus Law
               Cipta Kerja. Mereka yang menolak antara lain Wahana Lingkungan Hidup ( Walhi ),
               Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) dan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara
               (AMAN).

               Direktur Eksekutif Nasional Walhi, Nur Hidayati mengaku menerima surat undangan
               rapat dari Deputi V KSP Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Politik, Hukum,
               Pertahanan, Keamanan dan Hak Asasi Manusia Strategis Jaleswari
               Pramodhawardani. Rapat dijadwalkan pada hari ini, Selasa (3/3).

               "Melalui surat terbuka ini kami sampaikan, bahwa WALHI menolak hadir dalam rapat
               tersebut," kata Nur dalam surat yang dikirim, Senin (2/3).

               Nur menyatakan selain Walhi, sejumlah organisasi kemasyarakatan juga mendapat
               undangan dari KSP untuk menghadiri rapat tersebut.

               Menurut Nur, Walhi menolak hadir karena berdasarkan kajian, pembuatan RUU
               Cipta Kerja bertujuan melindungi investasi dengan membabat regulasi-regulasi.
               Bukan pada semangat untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan yang bertujuan
               melindungi hak-hak warga negara.

               Selain itu, kata Nur, Walhi berpandangan isi RUU Cipta Kerja ini juga
               memperlihatkan komitmen buruk Presiden Joko Widodo terhadap perlindungan
               lingkungan hidup. RUU tersebut akan melanggengkan kondisi krisis, memudahkan
               investasi, serta menaruh rakyat di bawah ancaman bencana.

               "Walhi menegaskan pembahasan materi yang terdapat pada RUU Cipta Kerja sama
               sekali tidak mempunyai urgensi dan tidak relevan untuk dilanjutkan," tuturnya.

               Atas dasar ini, Nur mengatakan pihaknya mendesak Jokowi menarik Surat presiden
               dan RUU Cipta Kerja yang sudah dikirim ke DPR. Pihaknya juga juga meminta DPR
               untuk menolak membahas keseluruhan Omnibus Law RUU Cipta Kerja.

               Tak hanya WALHI, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) dan Konsorsium
               Pembaruan Agraria (KPA) juga menolak undangan rapat KSP. Kedua organisasi itu




                                                       Page 92 of 112.
   88   89   90   91   92   93   94   95   96   97   98