Page 96 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 MARET 2020
P. 96
Title NASDEM OPTIMISTIS PEMBAHASAN RUU CIPTAKER BAKAL MULUS
Media Name sindonews.com
Pub. Date 03 Maret 2020
https://nasional.sindonews.com/read/1544692/15/nasdem-optimistis-pemba hasan-ruu-
Page/URL
ciptaker-bakal-mulus-1583236593
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyerahkan surat presiden
(surpres) terkait draf Omnibus Law Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU
Ciptaker). Namun, hingga kini belum jelas Alat Kelengkapan Dewan (AKD) yang
akan ditugaskan untuk membahas draf RUU tersebut.
Kendati begitu, dengan dukungan partai politik (parpol) mayoritas di Parlemen,
pembahasan RUU Ciptaker diyakini cepat selesai. "Inilah momentum DPR dengan
dukungan paling besar kepada pemerintah 77 persen partai pengusung, partai
pemerintah, ada PDIP, PKB, Nasdem, ini momentum untuk kemudian ya Nasdem
dalam perspektif kemudian merealisasikan itu secepat mungkin," ujar Wakil Ketua
Badan Legislasi (Baleg) DPR RI dari Fraksi Nasdem Willy Aditya dalam diskusi
bertema 'Kesiapan DPR Bahas Omnibus Law RUU Ciptaker' di Kompleks Parlemen,
Senayan, Jakarta, Selasa (3/3/2020).
Willy mengatakan, dengan dukungan mayoritas di Parlemen, inilah saatnya negara
bisa meletakkan sebuah landasan demokrasi ekonomi. Mengenai masih banyaknya
penolakan dari kalangan buruh, Willy mengatakan bahwa dalam RUU Ciptaker ini,
klaster buruh hanya satu dari 11 klaster yang ada. Jika satu klaster tersebut
ditinggalkan maka pembahasan akan lebih cepat. "Inilah momentumnya, maka tidak
salah kemudian apa yang dibilang oleh Pak Jokowi, kalau bisa 100 hari, kenapa
tidak?" katanya.
Menurut Willy, omnibus law adalah sebuah komitmen Jokowi untuk melakukan
demokrasi ekonomi. Kebijakan pemerintah yang datang di tengah krisis global saat
ini dinilai sebagai sebuah political will yang luar biasa dari seorang pemimpin. "Kita
lihat omnibus law ini kan janji politik Jokowi ketika dilantik," urainya.
Secara prosedur mekanisme, kata Willy, surpres sudah masuk ke meja pimpinan,
tapi dari pimpinan belum membahasnya draf ini akan dibahas di Alat Kelengkapan
Dewan (AKD) yang mana. "Bamusnya belum, apakah mau dibahas di Baleg atau di
yang lain atau di pansus. Kalau dari NasDem mengusulkan kemarin, pas dibahas di
Baleg," paparnya. ( ).
Page 95 of 112.

