Page 101 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 MARET 2020
P. 101

pertumbuhan ekonomi kita ke depan, ini menurut analisis ahli ekonomi," urainya.

               Ditambah lagi percepatan teknologi yang begitu cepat, mau tidak mau pemerintah
               harus mengambil langkah untuk mengadaptasi keadaan-keadaan tersebut. "Kalau
               enggak, pasti kita akan ketinggalan. Bagaimana caranya, setelah melakukan kajian
               ternyata masalahnya adalah investasi kita ini tidak punya daya saing yang bagus,
               tidak berkualitas, dan jumlahnya sedikit hari ini. Sampai hari ini baru sekitar nilai
               totalnya itu baru Rp800 triliun sampai 2019 akhir," paparnya.

               Karena itu, menurut Karding, perlu dilakukan terobosan untuk mempermudah
               investasi. Salah satunya dengan melakukan perubahan-perubahan pada aturan
               perundang-undangan dan turunannya mulai dari pusat hingga daerah. "Maka harus
               diambil satu langkah apa yang disebut penataan peraturan kita dalam satu tematik
               itu yang disebut omnibus law," ucapnya.

               Dengan adanya omnibus law ini, diharapkan ke depan terjadi kemudahan investasi,
               berusaha, pengurusan izin, dan kemudahan dalam pengadaan lahan. "Menurut Pak
               Jokowi itu dalam RPJMN-nya bahwa kita harus keluar dari apa yang disebut middle
               income trap atau jebakan penghasilan kelas menengah. Kedua, kita punya target
               pengen menjadi nomor 4 kekuatan ekonomi dunia setelah Amerika, China, India
               dan kita," urainya.

               Melalui trobosan omnibus law, diharapkan pendapatan domestik bruto bisa
               mencapai USD7.000 triliun dengan pendapatan per kapita pada 2045 mencapai
               Rp27 juta per orang per tahun. "Kalau sekarang kan kita baru Rp4,6 juta.
               Masyarakat dengan penghasilan seperti sekarang ini sulit, daya belinya rendah,
               konsumsi rendah maka ya susah. Itu sebenarnya yang melatarbelakangi (omnibus
               law)," paparnya.

               ( ) Harapannya ke depan, pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 6-7% pada 2045
               dengan asumsi 7 juta penganggur yang ada ini bisa diserap. "Jadi setiap 1 persen
               pertumbuhan (bisa menghasilkan) 400.000 (tenaga kerja. Itu sebenarnya
               keinginannya pemerintah," paparnya.

               (kri).
























                                                      Page 100 of 112.
   96   97   98   99   100   101   102   103   104   105   106