Page 100 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 MARET 2020
P. 100
Title OMNIBUS LAW RUU CIPTAKER DIHARAPKAN SOLUSI BAGI 45,8 JUTA PENCARI KERJA
Media Name sindonews.com
Pub. Date 03 Maret 2020
https://nasional.sindonews.com/read/1544968/12/omnibus-law-ruu-ciptake r-diharapkan-
Page/URL
solusi-bagi-458-juta-pencari-kerja-1583249315
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
JAKARTA - Salah satu masalah terbesar yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini
adalah tingginya angka pengangguran. Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PKB, Abdul
Kadir Karding mengatakan saat ini ada sekitar 7,2 juta pengangguran terbuka.
Selain itu, jumlah angkatan baru kerja setiap tahun mencapai 2,8 juta dan jumlah
pekerja paruh waktu dan 25 juta orang yang tercatat absolut berada di bawah garis
kemiskinan.
( ) "Pokoknya totalnya sekitar 45,8 juta orang yang menganggur atau setengah
menganggur, kira-kira gitulah. Itu adalah jumlah yang besar itu. Ini kalau dibiarkan
maka jadi problem sosial, politik, dan problem peradaban bagi kita karena orang
nganggur kelamaan itu tidak ada pendapatan, tidak ada daya beli maka
peradabannya bisa turun," ujar Karding dalam diskusi bertema "Kesiapan DPR Bahas
Omnibus Law RUU Ciptaker" di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa
(3/3/2020).
Karding mengatakan, saat ini pertumbuhan ekonomi di berbagai negara mengalami
penurunan. Dia mencontohkan Paraguay, negara-negara latin, bahkan Turki. Fakta
ini harus dijadikan sebagai satu basis data dalam mengambil kebijakan. Selain itu,
pertumbuhan ekonomi selama pemerintahan Jokowi rata-rata 5%.
"Memang cukup baik dibandingkan dengan negara-negara lain hari ini. Hari ini kita
lihat Singapura yang hanya kalau tidak salah dua koma, Eropa itu cuma dua koma,
Amerika cuma satu, dan lain sebagainya," urainya.
Dikatakan Karding, setiap 1% pertumbuhan yang ideal bisa melahirkan 400.000
tenaga kerja. Saat ini, kondisi daya saing ekonomi dan produktivitas Indonesia
termasuk terendah di Asia Tenggara.
"Daya saing kita lemah, produktivitas peringkat 73, ini harus dilihat sebagai basis
analisis kenapa kebijakan yang harus kita ambil, omnibus law ini lahir," tuturnya.
Belum lagi persoalan virus Corona, ketegangan antara Amerika, China, Korea,
Jepang dan Iran, termasuk India, secara tidak langsung berpengaruh terhadap
pertumbuhan dan keadaan ekonomi dalam negeri. "China saja dengan menurunnya
menjadi 6 (persen), ini sekarang ini itu berefek sekitar setengah sampai 1 persen
Page 99 of 112.

