Page 95 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 MARET 2020
P. 95
Title OMNIBUS LAW CIPTA KERJA DITENTANG BURUH, PENGUSAHA AJAK BERDIALOG
Media Name okezone.com
Pub. Date 03 Maret 2020
https://economy.okezone.com/read/2020/03/03/20/2177659/omnibus-law-cip ta-kerja-
Page/URL
ditentang-buruh-pengusaha-ajak-berdialog
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
JAKARTA - Pemerintah membantah jika Rancangan Undang-Undang Omnibus Law
Cipta Kerja akan mengancam jaminan pekerjaan, kepastian pendapatan dan sosial.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan tujuan
utama RUU Cipta Kerja fokus untuk menciptakan lapangan kerja kepada
pengangguran yang mencapai tujuh juta orang.
Senada, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah membantah jika RUU Cipta Kerja
menghilangkan upah minimun dan pesangon bagi pekerja. Ida menambahkan RUU
Cipta Kerja bukan draf final, artinya masih terbuka ruang untuk pembahasan dan
dilakukan perubahan. Omnibus Law Kelautan "Namanya saja draf RUU Cipta Kerja.
Ruang masih terbuka. Kan biasa setelah ada draf, diakses masyarakat, DPR, dan
dibahas bersama di DPR. Ruang dialog yang kami buka kami manfaatkan sebanyak
mungkin," kata Ida dilansir dari BBCIndonesia, Selasa (3/3/2020).
Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin DKI Jakarta Sarman
Simanjorang mengatakan, pengusaha kini menunggu sosialisasi dari pemerintah
mengenai isi dan tafsir dari RUU Cipta Kerja. Ia pun meminta agar semua pihak
berkepentingan, terutama pekerja untuk menyampaikan keluhannya dalam ruang
formal dan media dialog.
"Akan lebih elok kalau kita berkomunikasi dengan institusi resmi, sekarang draf
sudah di DPR, ayo kita berdialog dibandingkan demo dan unjuk rasa." kata Sarman.
Dibutuhkan karena Ada 43.511 Peraturan Saling Tumpang Tindih Ia berharap RUU
Cipta Kerja bukan hanya berfokus pada kepastian dan jaminan pada para pekerja,
tapi juga kepastian bagi pengusaha dan investor. "Kami dari pengusaha siap
menunggu saja. Kami berharap RUU ini memberikan kepastian bagi dunia usaha,
bagi investor," kata Sarman.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah angkatan kerja pada Februari
2019 sekitar 130 juta orang. Dengan jumlah pekerja informal sekitar 74 juta, dan
pekerja formal berjumlah 55 juta orang. Rata-rata upah pekerja berpendidikan
universitas adalah Rp4,34 juta, sedangkan buruh berpendidikan SD ke bawah
sebesar Rp1,73 juta.
(kmj).
Page 94 of 112.

