Page 104 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 MARET 2020
P. 104
Title SOAL OMNIBUS LAW RUU CIPTA KERJA, PDIP: JANGAN GADUH KASIHAN RAKYAT
Media Name sindonews.com
Pub. Date 03 Maret 2020
https://nasional.sindonews.com/read/1544893/12/soal-omnibus-law-ruu-ci pta-kerja-
Page/URL
pdip-jangan-gaduh-kasihan-rakyat-1583244301
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyerahkan surat presiden
(Surpres) ke Pimpinan DPR untuk pembahasan draf Omnibus Law Rancangan
Undang-Undang Cipta Lapangan Kerja (RUU Ciptaker). Meski belum dibahas di DPR,
suara penolakan dari kalangan buruh juga terus didengungkan.
Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PDIP, Muchamad Nabil Haroen mengatakan
pihaknya telah beraudiensi dengan kalangan buruh dan menghargai kritik yang
dilakukan kalangan buruh terhadap draf RUU tersebut. Apalagi, kritik tersebut
disampaikan lewat jalur audiensi di Gedung DPR.
( ) "Kalau di jalanan terus, ndak ada diskusi yang aktif yang interaktif. Di Komisi IX,
sangat sering kita audiensi dengan teman-teman buruh dan kita banyak
mendapatkan input, masukan," ujarnya dalam diskusi bertema "Kesiapan DPR Bahas
Omnibus Law RUU Ciptaker" di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa
(3/3/2020).
Gus Nabil, sapaan akrabnya melanjutkan dirinya mendengar bahwa di internal
pemerintah RUU ini memang masih ada yang belum tuntas. Namun, dirinya tidak
bisa menjelaskan poin mana yang masih bermasalah.
Namun yang jelas, ketika Surpres sudah masuk ke Senayan. Karena itu, pemerintah
dan DPR ini harus bersama-sama mensosialisasikan RUU ini kepada masyarakat
secara baik sehingga tidak menciptakan kegaduhan-kegaduhan baru.
"Kita ini sudah terlalu banyak yang gaduh, kemarin soal WNI eks ISIS mau
dipulangkan, Corona, ini ditambah lagi dengan omnibus law, kasihan masyarakat.
Jadi memang kita harus sama-sama belajar dan harus membaca dengan cermat dan
teliti supaya ini betul-betul bisa menghadirkan surga untuk Indonesia," tuturnya.
Menurut Gus Nabil, UU Ciptaker ini nantinya harus bisa menjadi surga untuk buruh,
investor dan surga untuk negara. "Saya yakin itu bisa dilakukan. Kalaupun kita ini
harus mengambil pelajaran soal bagaimana menciptakan tiga surga ini kepada luar
negeri, tidak masalah, tapi tetap harus disesuaikan dengan kekhasan dan
karakteristik masyarakat Indonesia, tapi bukan berarti liberal," paparnya.
Page 103 of 112.

