Page 57 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 FEBRUARI 2020
P. 57
Rudy mengatakan, untuk PT Unisem jumlah karyawannya sebanyak 1.505 dengan
rincian 1.127 merupakan karyawan permanen dan 358 karyawan kontrak. Rudi
bilang, perusahaan, sudah merencanakan untuk menutup usahanya pada akhir
September 2019.
"Namun demikian customer tidak mau (PT Unisem tutup) karena ada orderan yang
harus diselesaikan. Mereka menemui saya, lalu kemarin di perusahaan disepakati
bahwa akhir September nanti akan ada PHK 700 orang, jadi tinggal 800 orang untuk
menyelesaikan semua orderan," ucap Rudi.
Menurutnya, pengerjaan pesanan akan diselesaikan selama 6 bulan. Setelah itu, PT
Unisem akan menutup total perusahaannya.
PHK Massal di Surabaya
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur telah menerima
laporan adanya lebih dari 2.000 pekerja di perusahaan rokok yang akan
mendapatkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada tahun depan.
Kepala Disnakertrans Jatim Himawan Estu Bagijo mengatakan ada pabrik yang akan
mem-PHK karyawannya yakni dari pabrik rokok Sigaret Kretek Tangan yang
berlokasi di Kletek, Sidoarjo.
"PHK tahun depan banyak, beberapa perusahaan yang alas kaki misalnya. Kemudian
di Kletek. Skema-skema itu sudah kita bicarakan dengan pengusaha, kemudian ada
penyesuaian dengan pelatihan dan pilihan-pilihan job apa yang dipilih nanti. Kalau
mau disebut lebih dari 2.000-an," papar Himawan di Kantor Gubernur Jatim Jalan
Pahlawan Surabaya, Rabu (20/11/2019).
PHK Massal Industri Tekstil
Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dikabarkan melakukan PHK besar-besar.
Penyebabnya lantaran maraknya impor produk kain.
Wakil Sekretaris Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jawa Barat Rizal Tanzil
mengatakan, berdasarkan penelusuran timnya di dua pabrik tekstil yang
memproduksi kain di Cisirung dan Majalaya Kabupaten Bandung pekan lalu, hasilnya
memang cukup miris. Dua pabrik tersebut kini hanya memproduksi dengan
kapasitas yang sangat minim.
"Ada yang produksi dengan utilisasi hanya 40% dan 25%, padahal bila normal
utilisasi sampai 80% dari kapasitas terpasang," kata Rizal dikutip dari CNBC
Indonesia, Jumat (27/9/2019).
Namun pemilik kedua pabrik tersebut tak mau disebutkan identitasnya, mereka
hanya mau buka-bukaan soal kondisi bisnisnya yang sedang sakit. Dia mengatakan
produksi kain dari dua pabrik tersebut menumpuk di gudang-gudang lantaran tak
ada pesanan.
Page 56 of 124.

