Page 55 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 JULI 2019
P. 55

Menteri), politisi, akademisi dan komunitas filantropi.

               Dana Rp 15,2 miliar tersebut dihimpun LAZISNU (Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan
               Shadaqah Nahdlatul Ulama) selama 7 bulan.

               "Penggalangan dana bermula dari pertemuan Dubes RI dengan Fraksi PKB DPR RI
               di Gedung DPR Senayan Oktober 2018 dan kemudian disepakati untuk
               penggalangan dana sebesar 5 Miliar," kata Agus Maftuh.

               Sumbangan yang mencapai angka 4 Juta Riyal tersebut terpenuhi jelang waktu
               deadline yaitu 30 syawal 1440 H atau 3 Juli 2019.

               Hasil penggalangan dana telah dikirimkan pada tanggal 2 Juli 2019 ke rekening
               yang dibuat khusus oleh Pemerintah Provinsi Mekkah untuk kepentingan sumbangan
               diyat kasus Ety Bt Toyyib Anwar .

               "Telah lengkapinya uang diyat yang diminta oleh ahli waris, maka KBRI Riyadh
               sudah mengirimkan nota diplomatik kepada Kerajaan Arab Saudi dan meminta Ety
               Bt Toyyib Anwar bisa segera dibebaskan dan dipulangkan ke Indonesia," kata dosen
               dan staf pengajar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini.

               Dalam tiga tahun terakhir, KBRI Riyadh berhasil membebaskan 8 WNI dari hukuman
               mati tanpa tebusan diyat .

               Di antaranya ada sepasang suami istri asal Indramayu.

               80 TKI Ety Bt Toyyib Anwar, TKI asal Majalengka , dikabarkan bebas dari ancaman
               hukuman mati di Arab Saudi, setelah KBRI melakukan tebusan senilai Rp15,2 miliar
               atau (diyat) 4.000.000 riyal.

               Selain Ety, TKI WNI bebas dari hukuman mati , ada 80 TKI bermasalah yang juga
               akhirnya berhasil dipulangkan ke Indonesia.

               Sebanyak 80 pegawai migran Indonesia ( PMI ) atau tenaga kerja Indonesia ( TKI )
               bermasalah dipulangkan oleh Forum Perlindungan Migran Indonesia (FPMI) DPD
               Cianjur.

               Dominasi permasalahan tua kasus TKI tersebut rata-rata tidak bisa pulang karena
               gaji belum dibayar, sakit, mengalami kekerasan fisik dan psikis, serta hilang kontak.

               Ketua FPMI DPD Cianjur, Dhani Rahmad, mengatakan, penanganan 80 kasus TKI
               dilakukan sejak 2018 sampai dengan 2019.

               "Kami berdiri 8 Agustus 2018 untuk penanganan PMI sudah 80 orang yang
               diselesaikan permasalahannya, kasus yang berat di antaranya adalah tak ada kabar
               7 tahun 10 tahun," kata Dhani ditemui di kantor DPD FPMI Cianjur di Puri
               Limbangan, Desa Cikaroya, Kecamatan Warungkondang, Kamis (11/7/2019).



                                                       Page 54 of 62.
   50   51   52   53   54   55   56   57   58   59   60