Page 105 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 APRIL 2020
P. 105

lanjutnya.

               Kondisi buruh dikatakan Sukarno sekarang sangat terpuruk dampak pandemi virus
               corona. Sebab angka buruh korban PHK kemungkinan akan terus bertambah apabila
               masalah sekarang belum terakhir.

               "Ada juga buruh di rumahkan dan tidak menerima upah. Nasib mereka juga belum
               jelas sebab selama dirumahkan mereka juga punya tanggungan keluarga untuk
               makan," lanjutnya.

               Sebelumnya, Pemkab Sukoharjo siap tampung warga perantau yang pulang ke
               kampung halaman karena kehilangan pekerjaan terdampak virus corona. Hal itu
               dilakukan agar tidak muncul penambahan angka pengangguran baru. Hal sama juga
               diterapkan bagi warga Sukoharjo yang terkena PHK. Mereka akan diarahkan
               mengikuti program pusat kartu prakerja. Selain itu dicarikan alternatif lain sebab
               masih banyak tersedia lapangan kerja di Sukoharjo tersebar disejumlah wilayah
               dengan berbagai bidang usaha.

               Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Agus Santosa, Senin (13/4/2020) mengatakan,
               Pemkab Sukoharjo masih melakukan pemantauan dan pendataan terhadap perantau
               yang sudah atau akan kembali pulang ke kampung halamannya di Sukoharjo.
               Petugas memantau ketat mengingat sekarang banyak pemudik berdatangan.
               Mereka bahkan diketahui sudah berada di rumah sejak beberapa hari lalu.

               Aktivitas perantau yang sudah mudik tersebut juga dipantau petugas sebagai
               bentuk pencegahan penyebaran virus corona. Pemkab Sukoharjo sudah meminta
               kepada camat, lurah dan kepala desa untuk aktif membantu.

               Agus Santosa menambahkan, berkaitan dengan dampak penyebaran virus corona
               tidak hanya sisi kesehatan saja yang dipantau, namun juga tentang efek ekonomi
               ditimbulkan. Sebab dikhawatirkan akan muncul pengangguran baru setelah
               kepulangan para perantau.

               Pendataan diperlukan untuk mengetahui berapa perantau yang pulang ke kampung
               halaman dengan status kehilangan pekerjaan ditempat rantau. Kondisi tersebut
               berdampak pada munculnya angka pengangguran. Akibatnya membuat tingkat
               ekonomi mereka rendah karena tidak memiliki sumber pendapatan lagi.

               "Para perantau yang mudik ke Sukoharjo tidak hanya dipantau berkaitan dengan
               kesehatan saja karena virus corona. Tapi juga dampak ekonomi dan sosial dimana
               kabarnya ada yang pulang kampung dengan status kehilangan pekerjaan permanen
               dan dirumahkan. Itu sedang didata harapannya tidak muncul pengangguran baru,"
               ujarnya.


               Pemkab Sukoharjo menyerahkan sepenuhnya pendataan perantau dengan status
               kehilangan pekerjaan kepada Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja bersama camat,



                                                      Page 104 of 250.
   100   101   102   103   104   105   106   107   108   109   110