Page 107 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 APRIL 2020
P. 107

Title          BALEG KLARIFIKASI KRITIK SOAL RUU CIPTAKER
               Media Name     mediaindonesia.com
               Pub. Date      23 April 2020
               Page/URL       https://mediaindonesia.com/read/detail/306735-baleg-klarifikasi-kritik -soal-ruu-ciptaker
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive







               BADAN Legislasi (Baleg) DPR membantah membatasi akses masyarakat memantau
               rapat pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Cipta Kerja
               (Ciptaker). Masyarakat dianggap bisa menengok pembahasan omnibus law itu
               melalui media sosial (medsos) dan media pemberitaan resmi DPR.

               "Fasilitas (aplikasi diskusi daring) Zoom itu buat peserta rapat, kalau mau mengikuti
               jalannya rapat secara terbuka bisa melalui saluran TV Parlemen ataupun medsos
               DPR (jika rapat terbuka). Jika rapatnya tertutup ,tentu tidak bisa," kata Wakil Panitia
               Kerja (Panja) RUU Ciptaker Achmad Baidowi di Jakarta, kemarin.

               Hal itu disampaikan Baidowi menanggapi kritik berbagai kelompok masyarakat yang
               protes tidak bisa mengikuti rapat melalui Zoom. Mereka menuding Baleg membatasi
               masyarakat memantau rapat pembahasan RUU Ciptaker.

               Wakil Ketua Baleg itu menjelaskan aturan main rapat RUU Ciptaker melalui saluran
               virtual sama dengan metode rapat fisik. Fungsi masingmasing media yang dipakai
               disesuaikan dengan status seseorang apakah peserta rapat atau bukan.

               Zoom hanya digunakan untuk peserta rapat karena difasilitasi akses mikrofon untuk
               bicara. Sementara itu, masyarakat yang ingin memantau pembahasan bisa melalui
               medsos atau media resmi pemberitaan DPR.

               "Jika rapat fisik di ruangan yang duduk di meja dengan mikrofon kan cuma peserta
               rapat. Di luar peserta rapat tidak boleh mengakses mikrofon dan bisa memantau via
               balkon, (jika rapatnya terbuka). Jika rapatnya tertutup, ya tidak bisa masuk ke
               ruangan," ungkap politikus PPP itu.

               Jika ingin menyampaikan aspirasi, kelompok masyarakat bisa bersurat ke Baleg.
               Baleg akan mengatur jadwal untuk mengagendakan rapat dengar pendapat umum
               (RDPU) untuk menampung aspirasi dari masyarakat. "Nanti dalam RDPU tentu
               perwakilan yang diundang bisa menyampaikan pendapat," tukasnya.

               Beri masukan Tiga pimpinan serikat buruh, yakni Konfederasi Serikat Pekerja
               Seluruh Indonesia (KSPSI), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), dan
               Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) bertemu Presiden Joko
               Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin.

               Dalam pertemuan itu, Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea mengatakan serikat




                                                      Page 106 of 250.
   102   103   104   105   106   107   108   109   110   111   112