Page 112 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 APRIL 2020
P. 112

profil pengguna, memanfaatkan Algoritma dan membuat role agent, antara penjual
               dan pembeli atau penyedia barang dan penyewa. "Ini juga bisa menjadi contoh
               buruknya pendataan kependudukan di negara ini," tutur Gus Aiz.

               Dalam pandangannya, program yang membutuhkan anggaran sebesar Rp20 triliun,
               yang Rp5,6 triliun di antaranya untuk pelatihan online itu, sarat konflik kepentingan.
               Gus Aiz menilai anggaran yang mencapai puluhan triliun itu berpotensi besar hanya
               berputar di segelintir orang. "Masyarakat Indonesia hanya dijadikan user. Penerima
               program Kartu Prakerja dijadikan objek," kata cucu Pendiri NU KH Hasyim Asy'ari ini.

               Sikap lebih tegas disampaikan Pimpinan Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama (PP Fatayat
               NU). Ketua Umum PP Fatayat NU Anggia Erma Rini meminta pemerintah lebih baik
               mengevaluasi program Kartu Prakerja sebelum memicu masalah di masyarakat yang
               lebih besar. Ada berbagai hal yang tidak tepat diterapkan dalam mekanisme
               program Kartu Prakerja di situasi sekarang. Poin kelemahan tersebut ini ada pada
               tiga aspek. Pertama, pelatihan online dalam Kartu Prakerja tidak tepat diterapkan
               saat ini, dan sebaiknya dihapus saja. Kedua, untuk mendaftar program sangat susah
               dan sulit lolos. Ketiga, masyarakat saat ini lebih membutuhkan sembako, bukan
               pelatihan.

               Anggia menegaskan bahwa sebagian besar masyarakat, terutama pekerja informal,
               saat ini dalam kondisi tidak mempunyai penghasilan. "Sebaiknya program Kartu
               Prakerja lebih fokus menyasar pada apa yang dibutuhkan masyarakat. Bukan lagi
               konsep pelatihan," ujarnya.

               Bersihkan dari Konflik Kepentingan

               Keterlibatan sejumlah aplikasi startup dan unicorn milik pejabat lingkar Istana dalam
               program Kartu Prakerja juga mendapatkan respons negatif dari publik. Meski CEO
               Ruangguru Adamas Belva Devara sudah mengajukan surat pengunduran diri dari
               jabatan staf khusus Presiden Joko Widodo, Presiden harus proaktif membersihkan
               nama pemerintah dari berbagai konflik kepentingan di program ini. "Indonesia ini
               kan negara hukum dan sistem pemerintahannya pun mengedepankan hukum
               sebagai panglima. Itu menunjukkan kepada masyarakat bahwa kekuasaan
               menghormati hukum," kata Sekretaris Bendahara Fraksi Demokrat DPR Irwan
               kemarin.

               Terlebih, Irwan menduga ada sebagian aplikasi dari 10 aplikasi yang terlibat dalam
               program Prakerja itu juga memiliki konflik kepentingan lain dengan menteri Jokowi
               dan orang-orang yang pernah menjadi pendukung Jokowi dalam pilpres. Karena itu,
               dia mendesak agar program Kartu Prakerja ini tidak perlu dilanjutkan. "Lebih baik
               anggaran Rp20 triliun itu dicairkan sebagai BLT untuk masyarakat seluruh
               Indonesia. Mengingat BLT baru menjangkau perkotaan di Jabodetabek," katanya.

               Ruangguru milik Adamas Belva adalah satu di antara 10 aplikasi yang bekerja sama
               dengan pemerintah dalam program tersebut, di luar Sistem Informasi
               Ketenagakerjaan (Sisnaker) milik Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).



                                                      Page 111 of 250.
   107   108   109   110   111   112   113   114   115   116   117