Page 206 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 APRIL 2020
P. 206
Terpisah, Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Denni
Puspa Purbasari, menyebut waktu penandatanganan MoU maret lalu terhitung telat
dilakukan.
Awalnya, pemerintah ingin penandatanganan nota kesepahaman berlangsung
November 2019. Alasannya, "supaya ada ancang-ancang investor di belakang
perusahaan mau berinvestasi lebih besar," ujar Denni, Rabu (22/4).
Denni menyebut penandatanganan MoU sah dilakukan meski payung hukum Kartu
Prakerja belum keluar. Meski begitu, MoU Pemerintah dengan 8 platform digital
mitra Kartu Prakerja dianggap tidak bisa menjadi dasar kemitraan. "Yang lebih
mengikat adalah perjanjian kerja sama setelah payung hukum lengkap." Dalam
pelaksanaan Kartu Prakerja, ada aliran dana Rp3,55 juta yang diberikan kepada tiap
peserta. Dana tersebut terdiri dari biaya pelatihan sebesar Rp1 juta, insentif pasca
pelatihan Rp600 ribu yang dibayarkan selama kurun empat bulan, serta insentif
survei Rp150 ribu.
Dana pelatihan dari peserta Kartu Prakerja dapat digunakan untuk mengakses
"menu" yang disajikan platform digital mitra program ini. Keberadaan dana ini lah
yang disinyalir bisa membawa keuntungan bagi platform mitra Kartu Prakerja.
Sederhananya, paltform digital sebagai "warung" tak mungkin tidak memikirkan
marjin keuntungan saat menawarkan "menu" kepada peserta. Saat "menu" ini
dipilih, maka ada biaya yang dibayarkan kepada warung. Alhasil, keuntungan pun
masuk kantong mereka.
Potensi keuntungan ini sempat disinggung Peneliti Institute Development of
Economics and Finance (Indef) Nailul Huda. Dia menyebut, potensi cuan bagi tiap
platform digital mitra Kartu Prakerja mencapai Rp457 miliar.
Jika ditotal, ada potensi keuntungan hingga Rp3,7 triliun yang bisa diraih delapan
platform mitra yakni Tokopedia, Ruang Guru, Mau Belajar Apa, Bukalapak, Pintaria,
Sekolahmu, Pijar Mahir, dan Kemnaker.go.id.
Perhitungan ini berasal dari total biaya pelatihan yang tersedia sebesar Rp5,6 triliun.
Jika dana ini dibagi rata ke tiap platform, maka masing-masing mitra akan
mendapatkan pemasukan Rp700 miliar. Dana ini dikurangi biaya pembuatan video
program yang diperkirakan menghabiskan dana total Rp243 miliar.
Potensi untung dari posisi sebagai platform mitra ini belum diakui sejumlah
perusahaan terkait. Tokopedia misalnya, malah menjawab ihwal fungsinya sebagai
mitra Kartu Prakerja alih-alih menjawab soal potensi keuntungan.
Direktur Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Tokopedia, Astri Wahyuni,
menyebut ada 190 pilihan kelas pelatihan yang difasilitasi perusahaanya untuk
peserta Kartu Prakerja. "Berkaitan dengan anggaran yang dialokasikan pemerintah
dapat ditanyakan langsung ke mereka," ujar Astri kepada Lokadata.id .
Page 205 of 250.

