Page 227 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 APRIL 2020
P. 227

Title          KPK DIMINTA KAWAL PROYEK KARTU PRAKERJA
               Media Name     republika.co.id
               Pub. Date      23 April 2020
               Page/URL       https://republika.co.id/berita/q98mhx335/kpk-diminta-kawal-proyek-kart u-prakerja
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive










               Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) mengirimkan surat ke Komisi
               Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta lembaga itu mengawal dan mencegah
               potensi korupsi atas proyek kartu prakerja tahun 2020 dengan anggaran Rp5,6
               triliun.


               "Hari ini sekitar pukul 13.00 WIB, MAKI telah berkirim surat melalui email kepada
               pengaduan masyarakat KPK yang intinya meminta KPK mengawal dan mencegah
               korupsi atas proyek Kartu Prakerja tahun 2020 anggaran Rp5,6 triliun," ucap
               Koordinator MAKI Boyamin Saiman melalui keterangannya di Jakarta, Kamis (23/4).

               Dalam surat yang ditujukan kepada pimpinan KPK itu, terdapat empat poin dugaan
               potensi tindak pidana korupsi pada proyek Kartu Prakerja jika tidak dicegah sejak
               dini. Pertama, kata Boyamin, diduga akan terjadi pemahalan harga (mark up)
               sebesar Rp2,58 triliun.

               "Hal ini berdasar pendapat Peneliti INDEF Nailul Huda menyebut delapan platform
               digital yang bekerja sama dengan pemerintah dalam menyediakan pelatihan kartu
               prakerja berpotensi meraup untung sebesar Rp3,7 triliun. Ini berarti masing-masing
               platform bisa meraih keuntungan dari proyek Rp457 miliar perplatform jika
               keuntungan tersebut dibagi rata,"t uturnya.


               Ia mengatakan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga telah memberikan batasan
               keuntungan pada kisaran sekitar 20 persen atau Rp5,6 triliun dibagi 20 persen
               adalah Rp1,12 triliun.


               "Jika keuntungan Rp3,7 triliun dan dikurangi Rp1,12 triliun maka akan terjadi
               pemahalan harga Rp2,58 triliun sehingga dengan keuntungan di atas 20 persen
               pada proyek Kartu Prakerja maka akan dapat diduga telah terjadi pemahalan harga
               sebesar Rp 2,28 triliun sehingga merugikan negara," ucap Boyamin.

               Kedua, lanjut dia, terdapat dugaan salah perencanaan, tidak efisien, dan tidak tepat
               sasaran sehingga sulit pertaanggungjawaban hasilnya secara riil dan terukur.

               "Menurut Direktur Eksekutif INDEF Tauhid Ahmad menilai penggunaan anggaran
               Rp5,6 triliun tersebut tidak efisien. Pasalnya, besaran anggaran tidak sesuai dengan
               kualitas pelatihan yang diberikan secara daring," ujar dia.







                                                      Page 226 of 250.
   222   223   224   225   226   227   228   229   230   231   232