Page 230 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 APRIL 2020
P. 230

Title          'PEMERINTAH INGIN SEIMBANGKAN KEPENTINGAN DI RUU CIPTAKER'
               Media Name     republika.co.id
               Pub. Date      23 April 2020
                              https://republika.co.id/berita/q98lh0291/pemerintah-ingin-seimbangkan- kepentingan-di-
               Page/URL
                              ruu-ciptaker
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive













               Pengamat kebijakan publik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Riswanda
               menganggap pemerintah sedang berupaya menyeimbangkan berbagai kepentingan
               melalui Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja.

               "Banyak sekali kepentingan dalam urusan ekonomi, investasi, dan ketenagakerjaan.
               Omnibus Law dalam tataran yang ideal sebenarnya upaya mengakomodasi berbagai
               kepentingan baik dari pengusaha, pekerja, dan masyarakat supaya
               kebermanfaatannya maksimal," kata Riswanda dalam diskusi virtual bertajuk RUU
               Cipta Kerja dan Masa Depan Ekonomi Indonesia Pasca Pandemi Covid-19, Kamis
               (23/4).

               Ia melihat saat ini regulasi yang ada sebelum Omnibus Law RUU Cipta Kerja, mulai
               kehilangan relevansi. Perkembangan zaman dan iklim ekonomi ini di dunia harus
               diikuti pula dengan perubahan regulasi di dalam negeri.

               Riswanda juga menilai metode Omnibus Law ini sebenarnya upaya untuk menjawab
               tantangan disrupsi besar yang meliputi aspek struktural, kultural, dan digital dalam
               implementasinya ke perekonomian.

               "Regulasi seperti ini kan belum umum di Indonesia, tapi memang ini diperlukan
               untuk menyelesaikan tantangan-tantangan tersebut," katanya.

               Masalahnya, kata Riswanda, pemerintah juga perlu memastikan agar berbagai
               kepentingan tersebut bisa terakomodasi secara penuh juga dalam regulasi yang
               sedang disusun.

               "Harus ada sistem yang terkontrol jelas. Semua stakeholder perlu dilibatkan karena
               nantinya ini juga akan berdampak ke mereka. Pengusaha harus didengar, pekerja
               juga harus didengar," kata Riswanda.

               Sebelumnya, diberitakan penolakan terhadap draf Omnibus Law RUU Cipta Kerja
               oleh serikat terus bergulir. Bahkan Konfenderasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia
               (KSBSI) yang mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat kampanye, bakal
               melakukan demonstrasi besar menolak Omnibus Law Cipta Kerja.





                                                      Page 229 of 250.
   225   226   227   228   229   230   231   232   233   234   235