Page 83 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 OKTOBER 2019
P. 83
Program pelatihan vokasi di NTB, telah diluncurkan pada 28 September 2019
dengan jumlah peserta yang mengikuti kelas pertama sebanyak 11 orang, Asisten
Deputi Bidang Kendali Mutu Operasional Program dan Investigasi Klaim, BPJS
Ketenagakerjaan Isnavodiar Jatmiko menyebutkan kelas pertama yang dijalankan
adalah jurusan perhotelan program house keeping . Program pelatihan tersebut
berlangsung selama 30 hari.
Dalam waktu dekat akan dikembangkan dengan membuka jurusan lainnya sesuai
kebutuhan pekerja dan kebutuhan perusahaan atau wilayah.
Menurut Jatmiko, pelatihan vokasi tersebut diharapkan dapat memberikan peluang
baru bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mengalami PHK dan pekerja pada
umumnya.
Ia juga berharap program tersebut membantu perusahaan dalam memperoleh
karyawan dengan keahlian yang siap pakai dan sesuai kebutuhan.
Sejatinya, implementasi program pelatihan vokasi adalah wujud kerja dan kehadiran
negara lewat BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya
kepada peserta.
Dia mengatakan tujuan dari program pelatihan vokasi tersebut adalah meningkatkan
kualitas, keterampilan dan kompetensi (up skilling) peserta BPJS Ketenagakerjaan
yang kemudian meningkatkan peluang kerja bagi yang mengalami PHK.
Mendapat apresiasi Jatmiko mengaku BPJS Ketenagakerjaan sangat bangga dengan
terselenggaranya kelas pertama program pelatihan vokasi di NTB. Semoga kegiatan
tersebutterus berlanjut dan berkembang lebih baik lagi untuk mengakomodir
kebutuhan para pekerja di daerah NTB.
Pelatihan vokasi tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak, tak terkecuali dari
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram Hariadi dan menyampaikan terima kasih
kepada BPJS Ketenagakerjaan.
Ia menilai program tersebut sangat baik dan sejalan dengan visi serta program kerja
yang dicanangkan Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram.
Karena itu, Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram berharap program tersebut bisa
menjadi landasan bagi peserta untuk menuju masa depan yang lebih baik baginya
dan keluarga.
Sementara itu Direktur LPKN Mataram, Nartika Sari Dewi, juga sangat mendukung
program vokasi yang diinisiasi BPJS Ketenagakerjaan karena pelatihan itu
dibutuhkan oleh masyarakat terutama mereka-mereka yang masih dalam usia
produktif tapi belum mendapat kestabilan pekerjaan atau ekonomi.
Page 82 of 136.

