Page 248 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 248
Ringkasan
Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) angkat suara mengenai penetapan upah minimum
provinsi (UMP) untuk Jawa Tengah yang menjadi terendah secara nasional. Menurutnya
kenaikan upah sebesar Rp13.956 bukanlah angka yang layak. Meski saat ini kondisi
perekonomian berangsur normal, ada beberapa kondisi yang menyebabkan efek pandemi masih
terasa.
UMP TERENDAH NASIONAL, SERIKAT BURUH: JAWA TENGAH SEPERTI PALUNG
LAUTAN
Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) angkat suara mengenai penetapan upah minimum
provinsi (UMP) untuk Jawa Tengah yang menjadi terendah secara nasional. Menurutnya
kenaikan upah sebesar Rp13.956 bukanlah angka yang layak. Meski saat ini kondisi
perekonomian berangsur normal, ada beberapa kondisi yang menyebabkan efek pandemi masih
terasa.
Hal ini dikatakan oleh Ketua SPSI Solo Wahyu Rahadi saat dihubungi, Rabu (17/11). Menurutnya,
angka UMP yang ditetapkan oleh pemerintah pusat bukanlah angka yang layak.
”Perhitungan yang didasarkan pada PP Nomor 36 Tahun 2021 ini sangat tidak menghargai buruh,
sebab kenaikan angkanya sangat kecil. Bahkan ada beberapa daerah (provinsi) menggunakan
dasar PP ini angkanya lebih kecil dibandingkan Jawa Tengah,” katanya.
UMP Jawa Tengah pada tahun 2021 yakni Rp1.798.979. Sementara pada 2022 pemerintah
menetapkan UMP Jawa Tengah sebesar Rp1.812.935 atau mengalami kenaikan Rp13.956. UMP
tersebut terendah di antara provinsi lain di Indonesia.
SPSI Solo menganggap angka ini tidak realistis. Apalagi saat ini harga kebutuhan pokok naik luar
biasa. Angka tersebut bahkan dinilai tidak menyesuaikan kondisi perekonomian Jawa Tengah.
”Di Jawa Tengah saja inflasinya 1,28 persen. Angka yang didasarkan pada PP tersebut bukan
kenaikan, tapi penyesuaian. Itu pun tidak sesuai,” katanya.
Wahyu menyampaikan saat ini batas maksimum penetapan upah di Jawa Tengah adalah
Rp3.050.000. Jika merujuk Kota Solo dengan UMK tahun lalu Rp2.013.810, idealnya upah naik
10 persen.
”Jadi kami mengusulkan angka sekitar Rp2,2 juta. Sebab saat ini konsumsi per kapita di Kota
Solo sekitar Rp1,6 juta. Kalau angkanya sama seperti tahun lalu, artinya upah buruh 80 persen
digunakan untuk konsumsi. Sisa 20 persen bisa untuk apa? Sedangkan saat ini kebutuhan terus
saja naik,” katanya.
Untuk itu, SPSI akan mengusulkan angka yang layak dalam pertemuan dengan Dewan
Pengupahan. Merujuk kondisi saat ini, menurut dia kondisi Jawa Tengah seperti berada di palung
atau dasar lautan jika dibanding Jawa Timur dan Jawa Barat.
”Jawa Tengah ini seperti palung. Di Jawa Timur angkanya hampir Rp5 juta, sedangkan di Jawa
Barat hampir Rp4 juta. Jawa Tengah ini tidak sampai setegahnya. Harusnya ada goodwill dari
pemerintah, ya paling realistis adalah kenaikan 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut saya itu paling realistis,” katanya.
247

