Page 253 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 253

Penetapan UMP ini diharapkan menjadi instrumen pengentasan kemiskinan serta mendorong
              kemajuan ekonomi yang adil dan berdaya saing.
              Selain itu, bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada pekerja atau buruh agar upahnya
              tidak dibayar terlalu rendah akibat posisi tawar mereka yang lemah dalam pasar tenaga kerja.

              "Upah  Minimum  adalah  upah  terendah  yang  ditetapkan  oleh  pemerintah  yang  berlaku  bagi
              pekerja/buruh dengan masa kerja kurang dari 1 tahun pada perusahaan yang bersangkutan,"
              kata Ida dalam keterangan pers, Selasa, 16 November 2021.

              Dia menjelaskan upah minimum (UM) yang ditetapkan berdasarkan PP Nomor 36 Tahun 2021
              hanya  berdasarkan  wilayah,  yaitu  Upah  Minimum  Provinsi  (UMP)  dan  Upah  Minimum
              Kabupaten/Kota (UMK).

              Dengan demikian, tidak ada lagi penetapan UM berdasarkan sektor (UMS), namun UMS yang
              telah ditetapkan sebelum 2 November 2020 tetap berlaku hingga UMS tersebut berakhir atau
              UMP/UMK di wilayah tersebut telah lebih tinggi.

              "UMS tetap berlaku dan harus dilaksanakan oleh pengusaha," terang Ida.

              Sesuai SE Mendagri 561/6393/SJ perihal penetapan UM tahun 2022 kepada seluruh Gubernur,
              Ida  meminta  Gubernur  harus  menetapkan  UMP  paling  lambat  21  November  2021.  Namun
              mengingat 21 November merupakan hari libur nasional maka penetapan UMP harus dilakukan
              paling lambat 20 November 2021.
              "Dalam menetapkan UMK, maka harus dilakukan Gubernur paling lambat tanggal 30 November
              2021 dan dilakukan setelah penetapan UMP," katanya.

              Sebelumnya, Kemenaker memberikan bocoran bahwa ada beberapa daerah yang mengalami
              kenaikan UMP. Sebaliknya, ada 4 daerah yang UMP-nya tidak berubah.

              Kempat provinsi yang UMP-nya stagnan, yaitu Sumatra Selatan dengan nilai UMP Rp3.144.446,
              Sulawesi Utara dengan nilai UMP Rp3.310.723, Sulawesi Selatan dengan nilai UMP Rp3.165.876,
              dan Sulawesi Barat dengan nilai UMP Rp2.678.863.

              Sementara  itu,  UMP  2022  tertinggi  terjadi  di  Provinsi  DKI  Jakarta  sebesar  Rp4.453.724.
              Sebaliknya, UMP terendah adalah Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp1.813.011.
              Sebagai gambaran, tahun 2022 ketetapan mengenai UMP di 34 provinsi dapat dirangkum sebagai
              berikut:

              DKI Jakarta: Rp 4.276.349/ Rp 4.410.000 (dengan syarat)

              Papua: Rp 3.516.700

              Sulawesi Utara: Rp 3.310.723

              Bangka Belitung: Rp 3.230.022

              Sulawesi Selatan: Rp 3.165.876

              Nangroe Aceh Darussalam: Rp 3.165.030
              Papua Barat: Rp 3.134.600

              Sumatera Selatan: Rp 3.043.111



                                                           252
   248   249   250   251   252   253   254   255   256   257   258