Page 257 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 257

Judul               UMP Hanya Naik 1,09 Persen, Ekonom: Daya Beli Pekerja Rentan
                                    Tergerus Inflasi
                Nama Media          nkriku.com
                Newstrend           Upah Minimum 2022
                Halaman/URL         https://nkriku.com/ump-hanya-naik-109-persen-ekonom-daya-beli-
                                    pekerja-rentan-tergerus-inflasi/
                Jurnalis            redaksi
                Tanggal             2021-11-17 16:15:00
                Ukuran              0
                Warna               Warna
                AD Value            Rp 7.500.000
                News Value          Rp 22.500.000
                Kategori            Ditjen PHI & Jamsos
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Negatif



              Narasumber

              negative - Bhima Yudhistira (Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS)) Ini efeknya
              berarti daya beli kelas menengah dan pekerja rentan bisa tergerus inflasi

              negative  -  Bhima  Yudhistira  (Direktur  Center  of  Economic  and  Law  Studies  (CELIOS))  Kalau
              naiknya  cuma  1  persen,  konsumsi  masyarakat  akan  terpengaruh.  Apalagi  tahun  depan  ada
              penyesuaian  PPN  naik  dari  10  jadi  11  persen.  Kebijakan  perpajakan  juga  kan  tidak
              mengakomodasi kepentingan pekerja



              Ringkasan

              Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, menyoroti kenaikan
              upah  minimum  provinsi  atau  UMP  2022  yang  rata-rata  hanya  1,09  persen.  Pasalnya,  angka
              tersebut berada di bawah proyeksi inflasi nasional 2022 yang bisa di atas 3-4 persen.



              UMP HANYA NAIK 1,09 PERSEN, EKONOM: DAYA BELI PEKERJA RENTAN TERGERUS
              INFLASI

              Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, menyoroti kenaikan
              upah  minimum  provinsi  atau  UMP  2022  yang  rata-rata  hanya  1,09  persen.  Pasalnya,  angka
              tersebut berada di bawah proyeksi inflasi nasional 2022 yang bisa di atas 3-4 persen.

              "Ini efeknya berarti daya beli kelas menengah dan pekerja rentan bisa tergerus inflasi," ujar
              Bhima kepada Tempo, Rabu, 17 November 2021. Apabila itu terjadi, pemulihan daya beli dan
              konsumsi rumah tangga pun akan terhambat.

              Upah minimum, kata Bhima, seharusnya naik di atas inflasi plus pertumbuhan ekonomi agar
              masyarakat memiliki uang lebih untuk dibelanjakan. Kalau itu dilakukan, pada ujungnya pun
              pengusaha akan diuntungkan.
                                                           256
   252   253   254   255   256   257   258   259   260   261   262