Page 369 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 369

Hal  itu  diungkapkan  langsung  oleh  Kepala  Dinas  Tenaga  Kerja  dan  Transmigrasi  Sumatera
              Selatan, Koimudin kepada wartawan, Rabu (17/11/2021). Koimudin mengatakan, keputusan tak
              menaikan  UMP  berdasarkan  Peraturan  Pemerintah  (PP)  nomor  36  tahun  2021  tentang
              pengupahan. Dalam aturan itu ada formulasi yang diberikan terkait besaran UMP di Sumatera
              Selatan.

              "PP nomor 36 itu juga mengacu pada Undang-Undang Cipta Kerja nomor 11 tahun 2020 tentang
              cipta kerja. Dalam pasal 191 a disebut jika ada kenaikan yang sebelumnya telah ditentukan maka
              di  tahun  berikutnya  ada  baseline  bagi  penyesuaian  (adjusting)  nilai  upah  minimum,"  kata
              Koimudin.

              Menurut  Koimudin,  penetapan  UMP  itu  akan  diumumkan  langsung  oleh  Gubernur  Sumatera
              Selatan dalam waktu dekat. Sehingga, pengesahan tak ada kenaikan UMP dapat disosialisasikan.

              "19 November nanti akan diumumkan oleh Gubernur," ujarnya.

              Untuk diketahui, UMP di Sumsel pada tahun 2019 sebesar Rp 2.804.453. Kemudian, pada tahun
              2020 naik 8,15 persen menjadi Rp 3.043.111.

              Selanjutnya,  pada  2021  kembali  naik  menjadi  Rp  3.144.446  Ketua  DPD  Asosiasi  Pengusaha
              Indonesia  (Apindo)  Sumatera  Selatan,  Sumarjono  Saragih  menambahkan,  mereka  akan
              mengikuti keputusan pemerintah terkait besaran UMP yang telah ditetapkan.

              "Apa yang diputuskan itu sudah sesuai dengan formula PP yang ada. Kami selaku pengusaha
              akan taat pada PP dan Undang-undang yang telah dikeluarkan pemerintah," ujarnya.

              Sementara itu, Dewan Pengurus Cabang (DPC) Federasi Serikat Buruh (FSB) Niaga, Informatika,
              Keunagan, Perbankan dan Aneka Industri (NIKEUBA) Palembang, menolak adanya penggunaan
              formula dalam PP nomor 36 yang digunakan pemerintah.
              "Pengambilan keputusan ini dianggap tidak sesuai dengan pertimbangan lain berdasarkan atas
              penghidupan  yang  layak  bagi  kemanusiaan.  Seharusnya  pemerintah  dan  pengusaha  melihat
              kondisi hidup para buruh,"ungkapnya.

































                                                           368
   364   365   366   367   368   369   370   371   372   373   374