Page 390 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 390

Penetapan ini harus sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021
              tentang  Pengupahan  yang  merupakan  aturan  turunan  dari  Undang-Undang  (UU)  Nomor  11
              Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

              "Karena  21  November  merupakan  hari  libur  nasional  maka  penetapannya  dilakukan  paling
              lambat satu hari sebelumnya, yaitu tanggal 20 November," ujar Menaker, dalam keterangan
              pers, di Jakarta, Selasa (16/11/2021).

              Kemudian penetapan upah minimum kabupaten (UMK) dilakukan paling lambat 30 November
              2021 dan dilakukan setelah penetapan UMP.

              Ida menambahkan, ketentuan batas waktu penetapan ini telah ditegaskan kembali dalam Surat
              Edaran  (SE)  Menteri  Dalam  Negeri  (Mendagri)  Nomor  561/6393/SJ  perihal  penetapan  upah
              minimun tahun 2022, yang disampaikan kepada seluruh gubernur.

              Lebih lanjut Menaker menegaskan, penetapan upah minimum (UM) tahun 2022, berdasarkan UU
              Cipta  Kerja  dan  aturan  turunannya  PP  36/2021  bertujuan  untuk  memberikan  perlindungan
              kepada pekerja/buruh agar upahnya tidak dibayar terlalu rendah akibat posisi tawar mereka
              yang lemah dalam pasar kerja.

              "Kebijakan upah minimun ditujukan sebagai salah satu instrumen pengentasan kemiskinan serta
              tentu saja untuk mendorong kemajuan ekonomi Indonesia melalui pengupahan yang adil dan
              berdaya saing," katanya.

              Ida menjelaskan, UM adalah upah terendah yang ditetapkan oleh pemerintah yang berlaku bagi
              pekerja/buruh dengan masa kerja kurang dari satu tahun pada perusahaan yang bersangkutan.

              "Semangat dari formula upah minimum ini, berdasarkan PP Nomor 36 Tahun 2021, adalah untuk
              mengurangi  kesenjangan  upah  minimum  sehingga  terwujud  keadilan  upah  antarwilayah.
              Keadilan  antarwilayah  ini,  sekali  lagi,  dicapai  melalui  pendekatan  rata-rata  konsumsi  rumah
              tangga di masing-masing wilayah," terangnya.

              Menaker  juga  menjelaskan,  UM  berdasarkan  PP  Nomor  36  Tahun  2021  hanya  berdasarkan
              wilayah, yaitu UMP dan UMK, tidak ada lagi penetapan UM berdasarkan sektor atau UMS. Namun
              UMS  yang  telah  ditetapkan  sebelum  2  November  2020  tetap  berlaku  hingga  UMS  tersebut
              berakhir atau UMP/UMK di wilayah tersebut telah lebih tinggi.

              "Dengan demikian, UMS tetap berlaku dan harus dilaksanakan oleh pengusaha," tegasnya.


























                                                           389
   385   386   387   388   389   390   391   392   393   394   395