Page 462 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 462

tetap berlaku dan harus dilaksanakan oleh pengusaha," ujarnya Dia memastikan penetapan up
              ah minimum provinsi ini menyesuaikannya sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36
              Tahun 2021 tentang Pengupahan.

              Ia  menyebutkan  Upah  Minimum  dimaksudkan  sebagai  pelindungan  kepada  pekerja/buruh
              dengan masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun agar upahnya tidak dibayar terlalu rendah.

              Selain itu, upah minimum tersebut ditetapkan bagi pekerja yang masa kerjanya kurang dari 1
              tahun.

              "Upah minimum ini ditetapkan bagi pekerja yang masa kerjanya kurang dari 1 tahun," terangnya
              Ia  menambahkan,  Upah  Minimum  berdasarkan  PP  No  36  Tahun  2021  hanya  berdasarkan
              wilayah, yaitu Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

              Jakarta Tertinggi Sebelumnya Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan
              Sosial  Tenaga  Kerja,  Indah  Anggoro  Putri  mengatakan  berdasarkan  formula  dari  Peraturan
              Pemerintah Nomor 36/2021 tentang Pengupahan, penetapan upah berdasarkan kondisi ekonomi

              dan  ketenagakerjaan,  dihasilkan  ketentuan  sebagai  berikut,  UMP terendah  adalah pekerja di
              Jawa Tengah dan tertinggi DKI Jakarta UMP Jawa Tengah sebesar Rp1.813.011 dan DKI Jakarta
              sebesar Rp4.453.724.

              Sebanyak 26 provinsi telah menetapkan UMK. Dari 26 provinsi tersebut, ada 255 kabupaten/kota
              yang telah menetapkan UMK.
              Indah mengatakan ada empat provinsi yang nilai UM tahun 2021 lebih tinggi dari Batas Atas
              Upah Minimum, sehingga upah minimum di daerah-daerah tersebut tahun 2022 nilainya sama
              dengan upah minimum 2021 yang artinya tidak ada kenaikan upah buruh.

              Keempat provinsi itu adalah, Sumatera Selatan dengan upah minimum Rp3.144.446, Sulawesi
              Utara Rp 3.310.723, Sulawesi Selatan Rp 3.165.876 dan Sulawesi Barat Rp 2.678.863.

              Tuntut Naik 5-10%

              Menanggapi kenaikan UMP, Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Elly
              Rosita  Sila-ban  mengatakan,  pihaknya  telah  mengetahui  informasi  tersebut.  Namun  KSBSI
              menuntut agar upah minimum tahun depan naik di kisaran 5 persen sampai 10 persen Terutama
              bagi industri atau perusahaan yang tidak terdampak akibat pan-demi Covid-19.

              "Untuk (industri) yang tidak terdampak kami minta lima persen sampai dengan sepuluh persen,"
              katanya kepada Kompas.com, Selasa (16/11).

              Elly menyadari, ada perusahaan atau industri yang sangat terdampak kinerjanya akibat pandemi.
              Meskipun begitu, ia meminta pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan

              (Kemenaker) agar tidak menyamaratakan kenaikan 1,09 persen tersebut ke seluruh industri yang
              tidak terdampak.

              "Kita  realistis  saja,  ada  industri  yang  mati  tapi ada  industri  yang tidak terdampak,  ini  harus
              dibedakan.  Harus  ada  kenaikan  pada  usaha  pertambangan,  manufaktur  (padat  karya),
              pertanian, rumah sakit, farmasi Kecuali hotel, pariwisata, restoran, bisnis hiburan adalah yang
              terdampak," kata dia

              Penolakan yang sama juga diserukan oleh Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek). Presiden
              Aspek Indonesia Mirah Sumirat menegaskan, upah minimum yang naik 1,09 persen tidak sesuai
              dengan biaya hidup sekarang ini.

                                                           461
   457   458   459   460   461   462   463   464   465   466   467