Page 509 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 509

minimum sesuai pasal 26 PP 36/2021 menghasilkan besaran UMP NTB tahun 2022 sebesar Rp
              2.207.212.
              "Terjadi  kenaikan  1,07 persen  atau  sebesar  Rp  23.329  untuk  UMP  tahun  2022  mendatang,"
              terang Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, I Gde Putu
              Aryadi, Selasa (16/11).

              Pada tahun 2021, besaran UMP NTB Rp 2.183.883, atau sama dengan tahun 2020. Karena UMP
              NTB selama dua tahun, yakni 2020 dan 2021 tidak ada kenaikan dengan alasan teijadi pandemi
              Covid-19.

              Sementara untuk UMP NTB tahun 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 23.329, sehingga UMP
              NTB di tahun 2020 mendatang sebesar Rp 2.207.212.

              Gde menjelaskan beberapa variabel yang masuk menjadi indikator penetapan UMP. Pertama,
              pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) periode 2020 (Quartal IV) dan periode 2021 (Quartal
              I, II, dan III) dalam hal ini sebesar 0,72 persen. Kedua, inflasi provinsi sebesar 1,89 persen.

              Ketiga,  UMP  tahun  2021  sebesar  Rp  2.183.883. Keempat,  rata-rata  konsumsi  rumah  tangga
              provinsi sebesar Rp 1.197.548. Kelima, rata-rata banyaknya anggota/rumah tangga se-provinsi
              sebesar 3,3 persen, dan keenam rata-rata banyaknya ART bekerja/rumah tangga se-Provinsi
              sebesar 1,31 persen. "Penetapan upah minimum tahun ini tidak lagi berdasarkan  kebutuhan
              hidup layak (KHL). Tetapi dengan memperhatikan kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan yang
              secara normatif," jelas Sekretaris Dewan Pengupahan tersebut.

              Perhitungan  UMP  tahun  2022  menggunakan  formula  perhitungan  yang  telah  diatur  secara
              lengkap  pada  pasal  26  P  P  36/2021  dengan  menggunakan  data  perekonomian  dan
              ketenagakerjaan yang ditetapkan oleh BPS yang disampaikan melalui Menteri Ketenagakerjaan.
              Rumusnya sudah ditentukan dalam PP 36/2021 dan instrumen yang menentukan. Yaitu, kondisi
              ekonomi  daerah  yang  dikeluarkan  oleh  BPS  pusat  juga  sudah  ada.  Pemda  wajib  mengikuti
              kebijakan pemerintah  dalam  menetapkan  UMP tahun  2022.  Jika  melanggar  dapat  dikenakan
              sanksi. UMP berlaku untuk pekerja yang baru atau di bawah 12 bulan. Jika sudah lama, maka
              berlaku struktur upah sesuai dengan masa kerjanya.

              Sementara itu, adapun sidang Dewan Pengupahan Provinsi NTB, Selasa (16/11) menghasilkan
              rekomendasi, Gubernur menetapkan UMP NTB 2022 sebelum 21 November 2021. Penetapan
              UMP NTB 2022 sesuai dengan Surat Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor: B-
              M/383/HI.0i.00/XI/202i tentang Penyampaian Data Perekonomian dan Ketenagakerjaan dalam
              penetapan upah minimum tahun 2022.

              Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengatakan, pemerintah daerah dalam menetapkan UMP 2022
              mengikuti  ketetapan  dari  pemerintah  pusat.  Penyesuian  kenaikannya  juga  melihat  provinsi-
              provinsi terdekat. "Nanti kita sesuaikan dengan tetangga-tetangga kita, jangan merasa sendiri.
              Pokoknya mudah-mudahan kita ada yang berbeda dari kaidah pusat," ujarnya, (dev)

              caption:

              PENETAPAN UMP: Sidang Dewan Pengupahan Provinsi NTB bersama pengusaha dan pekerja
              untuk menetapkan UMP NTB tahun 2022, Selasa (16/11).








                                                           508
   504   505   506   507   508   509   510   511   512   513   514