Page 514 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 514

"Mendukung sepenuhnya penerapan PP Nomor 36 (tentang pengupahan), di mana PP tersebut
              menurut  pandangan  kami  adalah  formula  (kenaikan  upah  minimun  2022)  sudah  paling  adil
              karena di situ ada faktor rata-rata konsumsi rumah tangga," kata Hariyadi seperti dikutip dari
              Kompas.com, Rabu (17/11/2021).

              Lantaran  sudah  mengacu  pada  PP  Pengupahan,  ia  menilai  besaran  kenaikan  upah  tersebut
              mempertimbangkan tingkat pengangguran terbuka, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi.

              "Menurut pandangan kita cukup fair ya, karena parameternya sudah lengkap. Seperti rata-rata
              konsumsi rumah tangga dari BPS itu angka yang riil. Angka yang benar-benar dikumpulkan dari
              seluruh survei," tutur Hariyadi.

              Ia  mendukung  penetapan  UMP  menggunakan  UU  Cipta  kerja,  karena  formula  yang  tepat.
              Sedangkan parameter yang digunakan sebelum-sebelumnya kurang tepat.

              "Perkara kenapa ini menjadi kecil? Selama ini kan parameter kita kurang akurat. Kayak tahun
              2012, Kabupaten Bogor naik 10 persen," ujarnya.

              Di sisi lain, keputusan pemerintah itu ditolak oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).
              KSPI menyebut jumlah 1,09 persen itu lebih rendah jika dibandingkan pada era Orde Baru.





















































                                                           513
   509   510   511   512   513   514   515   516   517   518   519