Page 518 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 518

UMP RIAU DISEPAKATI ADA KENAIKAN

              Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edy Natar Nasution mengikuti rapat koordinasi (Rakor) dalam
              rangka persiapan penetapan upah minimum berdasarkan formula perhitungan dalam Peraturan
              Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021. Di mana PP ini mengatur tentang pengupahan untuk
              diimplementasikan pada tahun 2022.

              Kegiatan ini dilakukan secara virtual yang berlangsung di Kediaman Wakil Gubernur Riau, Selasa
              (16/11/2021). Edy mengatakan terkait dengan kebijakan untuk Upah Minimum Provinsi (UMP)
              tahun 2022 yang dilaksanakan di Provinsi Riau, pihaknya telah melakukan rapat bersama Bina
              Pembangunan  Daerah  (Bangda)  Kementerian  Dalam  Negeri  dan  Direktur  Pengupahan
              Kemenaker pada 8 November lalu.

              "Kita telah mengambil langkah melaksanakan rapat dengan kabupaten kota terkait dengan UMP
              tahun 2022 dan UMK 2022 secara uji teknis," katanya.

              Ia melanjutkan, hasil rapat tersebut pihaknya juga sudah menindaklanjuti dengan rapat bersama
              Dewan  Pengupahan  Provinsi  Riau,  untuk  hasilnya  secara  umum  sudah  bisa  dilaksanakan
              kesepakatan.

              "Awalnya memang unsur dari serikat pekerja dan serikat buruh itu meminta adanya kenaikan
              upah minimum di Provinsi Riau sebesar 5 persen untuk Tahun 2022," lanjutnya.

              Kemudian dari pihak asosiasi dan pengusaha sendiri, Provinsi Riau pada dasarnya tidak ingin
              keluar  dari  regulasi  yang  telah  ditetapkan  oleh  pemerintah  dengan  berdasarkan  surat
              Kementerian  Ketenagakerjaan  Republik  Indonesia  tanggal  9  November  2021  tentang
              penyampaian data perekonomian dan ketenagakerjaan dalam penetapan upah minimum pada
              Tahun 2022. Pihaknya menyetujui kenaikan UMP pada tahun 2022 sebesar 1,73 persen.

              "Akan tetapi, pada prinsipnya kami menyetujui kenaikan upah minimum provinsi pada tahun
              2022 sebesar 50 ribu rupiah atau 1,73 persen dengan nilai 2.938.564 rupiah," ujarnya.

              Selain itu, Edy juga menyampaikan bahwasanya dengan telah disetujuinya kenaikan UMP ini
              sudah  didapatkan  sebuah  kesepakatan  baik  dari  pihak  serikat  pekerja  buruh  dengan  pihak
              Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang ada di Provinsi Riau.

              Menurutnya, dengan begitu unsur serikat pekerja dan serikat buruh dapat menerima tawaran
              dari asosiasi Apindo Provinsi Riau dengan kenaikan UMP untuk Tahun 2022 sebesar 1,73 persen
              dengan nilai 50 ribu rupiah.

              "Hasil  sidang  Dewan  Pengupahan  Provinsi  Riau  bahwasanya  berdasarkan  atas  kesepakatan
              kedua belah pihak yang dengan ini diputuskan UMP Riau Tahun 2022 sebesar 2.938.564 dengan
              kenaikan 1,73 persen," imbuhnya.
              Ia menambahkan hasil penetapan ini akan dilaporkan kepada Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar
              untuk ditetapkan SK pengesahannya.

              "Hasil  ini  akan  kita  tetapkan  melalui  penetapan  Gubernur  sebelum  tanggal  21  November
              mendatang  dan  kami  juga  sudah  menyurati  Kabupaten/Kota  untuk  bisa  menindaklanjutinya
              dengan cepat," tutupnyae. (Media Center Riau/nb).








                                                           517
   513   514   515   516   517   518   519   520   521   522   523