Page 520 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 520

Said  menyampaikan  pernyataan  itu  melalui  konferensi  pers  yang  digelar  secara  virtual  pada
              Selasa, 16 November 2021.
              Said menuturkan, terdapat dua agenda yang disoroti KSPI. Pertama, terkait dengan kenaikan
              upah minimum tahun 2022.

              "Agenda  pertama  adalah  sikap  KSPI  menolak  dengan  tegas  dan  keras  kebijakan  yang  telah
              dikeluarkan oleh pemerintah dalam hal ini Menteri Tenaga Kerja terkait dengan kenaikan upah
              minimum yang kalau dilihat rata-rata kenaikan upah minimum untuk tahun 2022 baik UMP di
              tingkat  Provinsi  maupun  UMK  tampaknya  nanti  UMK  di  tingkat  kabupaten/kota  hanya  1,09
              persen," ujarnya dilansir Galamedia Rabu, 17 November 2021.

              Agenda kedua, kata dia, terkait sikap pemerintah, dalam hal ini Menteri Ketenagakerjaan yang
              dinilai lebih mendukung kalangan pengusaha (pemilik modal) ketimbang kaum pekerja, buruh,
              dan pegawai.

              "Maka  KSPI  sudah  melakukan  koordinasi  dengan  beberapa  serikat-serikat  buruh  yang  lain,
              hampir lebih dari 60 federasi serikat buruh di tingkat nasional, dan lima konfederasi di tingkat
              nasional menyatakan akan menggelar mogok nasional," ungkapnya.






















































                                                           519
   515   516   517   518   519   520   521   522   523   524   525