Page 504 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 504

Wahyono sapaan akrabnya menjelaskan bahwa pembahasan dari penentuan upah pekerja itu
              melibatkan berbagai unsur, bukan hanya dari kalangan pemerintah bahkan asosiasi pengusaha
              hingga  serikat  buruh  juga  turut  membahas  hal  tersebut,  dimana  unsur  itu  tergabung  dalam
              Dewan Pengupah Kota (DPK).

              "Jadi  seperti  Asosiasi  Pengusaha  Indonesia  (Apindo)  sebagai  perwakilan  pengusaha,  Serikat
              Buruh  juga  ikut,  kalau  Pemkot  Samarinda  terdiri  dari  Disnaker,  Bagian  Hukum,  Dinas
              Perundustrian, Statistik, dan akademisi," sebutnya, Selasa (16/11)

              la membeberkan penentuan upah pekerja untuk tahun yang akan datang masih menunggu hasil
              dari  UMP  Kaltim  2022,  sehingga  jika  UMP  sudah  disahkan  maka  pihaknya  akan  kembali
              membahas dalam rangka penentuan UMK, meskipun UMP Kaltim kemungkinan akan naik 1,11
              persen  akan  tetapi  pihaknya  masih  menunggu  informasi  resmi.  "Setelah  itu  baru  kami  akan
              kembali melakukan rapat lanjutan," ujarnya.

              Rapat lanjutan yang akan dibahas pihakya juga bakal beracuan dengan Peraturan Pemerintah
              Nomor 36 Tahun 2021 tentang pengupahan, dimana dalam Pasal 25 ayat (3) disebutkan bahwa
              UMK dengan syarat tertentu meliputi pertumbuhan ekonomi atau inflasi pada Kabupaten atau
              Kota yang bersangkutan, dengan indikator paritas daya beli, tingkat penyerapan tenaga kerja
              dan median upah. "Aturan itulah yang menjadi acuan kami untuk menentukan UMK," tegasnya.

              Sebagai informasi bahwa UMK Samarinda saat ini dengan besaran Rp 3.112.000 dimana besaran
              itu hasil pembahasan penetapan UMK 2019 untuk 2020 lalu, kembali pada 2021 ini penetapan
              itu dibahas untuk penentuan UMK 2022 mendatang.

              Wahyono mengungkapkan bahwa pekan depan pihaknya dengan DPK Samarinda akan kembali
              membahas  dari  perkembangan  penetapan  UMK  Samarinda  yang  selanjutnya.  Jika  hasil  UMK
              telah disepakati maka DPK akan mengantarkan rekomendasi itu kepada wali kota Samarinda
              kemudian  ditembuskan  kepada  Pemprov  Kaltim.  "Nanti  yang  netapkan  itu  pak  gubernur,"
              tandasnya. (vc)






































                                                           503
   499   500   501   502   503   504   505   506   507   508   509