Page 499 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 499

Pelanggaran upah minimum sudah sering terjadi selama ini. Pemerintah tidak boleh abai, dan
              harus  tegas  menindak  perusahaan-perusahaan  yang  melanggar  ketentuan  upah  minimum
              karena sangat merugikan rakyat sebagai pekerja," kata Puan dalam keterangannya di Jakarta,
              Selasa.

              Dia meminta pemerintah, dalam hal ini Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menguatkan
              sistem sosialisasi dan pengawasan ke perusahaan-perusahaan.

              Hal itu menurut dia karena banyak mendapat pengaduan bahwa pelanggaran upah minimum
              kerap terjadi karena minimnya pengawasan.

              Jumlah pengawas ketenagakerjaan harus diperbanyak sehingga bisa cepat menemukan berbagai
              persoalan yang terjadi antara pekerja dan perusahaan. Tentunya kapasitas dan kualitas dari
              tenaga pengawas harus mumpuni," ujarnya.

              Dia  menilai  pengawasan  yang  ketat  akan  meningkatkan  kepatuhan  perusahaan  dalam
              memberikan upah yang layak kepada pekerja apalagi kenaikan upah minimum 2022 rata-rata
              hanya ada di kisaran 1 persen.

              Puan  mengaku  bersyukur  tahun  2022  terjadi  kenaikan  upah  namun  harus  benar-benar
              diterapkan perusahaan agar dapat membantu pekerja memenuhi kebutuhan hidup.

              "Kita bersyukur tahun depan upah minimum pekerja ada kenaikan, dibandingkan tahun ini yang
              tidak ada namun harus betul-betul diterapkan perusahaan sehingga dapat membantu pekerja
              yang masih kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya di tengah pandemi," katanya.

              Dia mengingatkan, pengusaha akan dikenakan sanksi pidana jika melanggar aturan pengupahan
              mulai tahun depan sehingga harus mematuhi pembayaran upah minimum kepada pekerjanya.

              Menurut dia, berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja pengusaha
              bisa  dikenai  sanksi  maksimal  4  tahun  penjara  dan/atau  denda  sampai  Rp400  juta  apabila
              memberikan gaji pekerjanya di bawah upah minimum.

              "Pengusaha tidak bisa main-main, dan harus memberikan gaji karyawan sesuai ketentuan aturan
              pengupahan jika tidak ingin mendapat sanksi," ujarnya.

              Puan  mengatakan,  UU  Cipta  Kerja  juga  meniadakan  kesempatan  penangguhan  pelaksanaan
              upah  minimum  bagi  pengusaha  yang  sebelumnya  diatur  dalam  PP  Nomor  78  Tahun  2015.
              Menurut dia, dengan beleid baru itu, pengusaha harus mengikuti aturan yang berlaku.

              Tahun depan pemerintah meniadakan penangguhan itu. Apalagi saat ini sebagian sektor-sektor
              ekonomi sudah mulai kembali bergeliat setelah kondisi pandemi COVID-19 membaik," katanya.

              Puan menggarisbawahi masih banyaknya perusahaan skala menengah hingga besar yang tingkat
              kepatuhannya sangat rendah dalam membayar pekerja sesuai upah minimum. Dia menekankan
              agar hal tersebut jangan lagi sampai terjadi mengingat saat ini kenaikan upah minimum sangat
              kecil. (*).













                                                           498
   494   495   496   497   498   499   500   501   502   503   504