Page 496 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 496
Judul Tenang! Dampak Kenaikan UMP 2022 Minim Terhadap Inflasi
Nama Media bisnis.com
Newstrend Upah Minimum 2022
Halaman/URL https://ekonomi.bisnis.com/read/20211117/9/1467005/tenang-
dampak-kenaikan-ump-2022-minim-terhadap-inflasi
Jurnalis Maria Elena
Tanggal 2021-11-17 11:02:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
negative - Satria Sambijantoro (Ekonom PT Bahana Sekuritas) Dengan demikian, menurut
pandangan kami dampaknya ke inflasi seharusnya minim
Ringkasan
Peningkatan upah minimum yang lebih rendah pada 2022 dibandingkan dengan rata-rata
kenaikan sebelum masa pandemi Covid-19 dinilai akan berdampak minim terhadap tingkat inflasi
tahun depan. Sebagaimana diketahui, pemerintah telah menetapkan rata-rata kenaikan upah
minimum provinsi (UMP) sebesar 1,09 persen untuk tahun depan.
TENANG! DAMPAK KENAIKAN UMP 2022 MINIM TERHADAP INFLASI
Peningkatan upah minimum yang lebih rendah pada 2022 dibandingkan dengan rata-rata
kenaikan sebelum masa pandemi Covid-19 dinilai akan berdampak minim terhadap tingkat inflasi
tahun depan.
Sebagaimana diketahui, pemerintah telah menetapkan rata-rata kenaikan upah minimum
provinsi (UMP) sebesar 1,09 persen untuk tahun depan.
Peningkatan tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan kenaikan pada tahun ini sebesar 0,46
persen.
Namun, upah minimum pada 2022 jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan kenaikan upah
tahunan rata-rata 8 hingga 9 persen dalam lima tahun terakhir.
"Dengan demikian, menurut pandangan kami dampaknya ke inflasi seharusnya minim," kata
Ekonom Bahana Sekuritas Satria Sambijantoro dan tim dalam catatannya, Rabu (17/11/2021).
495

