Page 491 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 491

Seharusnya  ditetapkan paling  lambat  tanggal  21  November  2021,  namun  karena  tanggal  21
              November merupakan hari libur nasional maka penetapan UMP harus dilakukan paling lambat 1
              hari sebelumnya, yaitu 20 November 2021.



              MENAKER: PARA GUBERNUR TETAPKAN UMP PALING LAMBAT 20 NOVEMBER 2021

              Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  mengatakan,  sesuai  surat  edaran  (SE)  Mendagri
              561/6393/SJ perihal penetapan Upah Minimum (UM) Tahun 2022, maka para gubernur harus
              menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2022 paling lambat tanggal 20 November 2021.

              Seharusnya  ditetapkan paling  lambat  tanggal  21  November  2021,  namun  karena  tanggal  21
              November merupakan hari libur nasional maka penetapan UMP harus dilakukan paling lambat 1
              hari sebelumnya, yaitu 20 November 2021.
              "Dalam menetapkan UMK, maka harus dilakukan gubernur paling lambat tanggal 30 November
              2021 dan dilakukan setelah penetapan UMP, " kata Ida, Rabu (17/11/2021).

              Ida mengatakan, penetapan UM Tahun 2022 bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada
              pekerja/buruh agar upahnya tidak dibayar terlalu rendah akibat posisi tawar mereka yang lemah
              dalam pasar kerja.

              Penetapan UM 2022 ini berdasarkan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan aturan
              turunannya PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

              Kebijakan UM ini, kata Ida, merupakan salah satu program strategis nasional yang ditujukan
              sebagai  salah  satu  instrumen  pengentasan  kemiskinan  serta  serta  mendorong  kemajuan
              ekonomi Indonesia melalui pengupahan yang adil dan berdaya saing.

              "UM adalah upah terendah yang ditetapkan oleh pemerintah yang berlaku bagi pekerja/buruh
              dengan  masa  kerja  kurang  dari  1  tahun  pada  perusahaan  yang  bersangkutan,  "  kata  Ida
              Fauziyah.

              Ida  Fauziyah  menjelaskan,  UM  berdasarkan  PP  Nomor  36  Tahun  2021  hanya  berdasarkan
              wilayah, yaitu UMP dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

              Tidak ada lagi penetapan UM berdasarkan sektor, namun Upah Minimum Sektoral (UMS) yang
              telah ditetapkan sebelum 2 November 2020 tetap berlaku hingga UMS tersebut berakhir atau
              UMP/UMK di wilayah tersebut telah lebih tinggi.

              "Dengan  demikian  UMS  tetap  berlaku  dan  harus  dilaksanakan  oleh  pengusaha,  "  ujar  Ida
              Fauziyah didampingi Dirjen PHI dan Jamsos Kemnaker, Indah Anggoro Putri.

              Ida Fauziyah menegaskan semangat dari formula UM berdasarkan PP Nomor 36 Tahun 2021
              adalah untuk mengurangi kesenjangan UM, sehingga terwujud keadilan antarwilayah. Ia menilai
              keadilan antarwilayah tersebut dicapai melalui pendekatan rata-rata konsumsi rumah tangga di
              masing-masing wilayah.


              Ditambahkan  Menaker,  mencermati  UM  yang  ada  saat  ini  tidak  memili  korelasi  sama  sekali
              dengan  angka  rata-rata  konsumsi,  median  upah  atau  bahkan  tingkat  penganggurannya.
              Contohnya, ada suatu kabupaten dan kota saling bersebelahan namun kabupaten memiliki nilai
              UM hampir 2 kali dari kota.






                                                           490
   486   487   488   489   490   491   492   493   494   495   496