Page 544 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 544

MENAKER BLAK-BLAKAN UMP 2022 CUMA NAIK 1%

              Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengumumkan soal simulasi kenaikan rata-
              rata Upah Minimum Provinsi (UMP) 2022 berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No 36 tahun
              2021 tentang pengupahan. Terungkap bahwa kenaikan UMP 2022 tercatat sebesar rata-rata
              1,09%.

              "Setelah melakukan simulasi, tentu akan ditetapkan gubernur, nilainya berdasarkan data BPS
              rata-rata kenaikan upah minimum 1,09%. Ini rata-rata nasional, kita tunggu saja para gubernur,"
              kata Ida dalam konferensi pers, Selasa (16/11/2021).

              "Seluruh kepala daerah dapat menetapkan UMP/UMK," imbuhnya.

              Para gubernur dapat menetapkan UMP 2022 paling lambat 21 November 2021. Karena tanggal
              tersebut  jatuh  pada  hari  libur,  maka  penetapan  paling  lambat  sehari  sebelumnya,  yaitu  20
              November 2021. Sedangkan Upah Minimum Kabupaten/ Kota (UMK) ditetapkan paling lambat
              30 November 2021, setelah penetapan UMP.

              "Gubernur  harus  menetapkan  UMP  paling  lambat  tanggal  21  November  2021.  Dan  karena
              tanggal  21  November  merupakan  hari  libur  nasional,  maka  penetapannya  dilakukan  paling
              lambat 1 hari sebelumnya, yaitu tanggal 20 November," tuturnya.

              Penetapan  upah  minimum  bila  tak  sesuai  perundangan,  maka  berpotensi  menurunkan  daya
              saing, khususnya kepastian hukum. Ida mengatakan, bila upah minimum ditetapkan terlalu tinggi
              dari ketentuan, maka berpotensi menurunkan kesempatan kerja. Selain itu, menurutnya bisa
              memicu pemutusan hubungan kerja, apalagi situasi saat ini masih pandemi.

              Dari proyeksi kenaikan UMP 2022 rata-rata 1,09% tersebut, DKI Jakarta masih menjadi provinsi
              dengan kenaikan UMP tertinggi.
              Ini merupakan hasil perhitungan dari data-data yang disiapkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS),
              misalnya angka pertumbuhan ekonomi hingga konsumsi di daerah tersebut.

              Upah Minimum berdasarkan PP No. 36 Tahun 2021 tentang pengupahan mengacu pada UU Cipta
              Kerja,  hanya  berdasarkan  wilayah,  yaitu  Upah  Minimum  Provinsi  (UMP)  dan  Upah  Minimum
              Kabupaten/Kota (UMK).

              "Tidak ada lagi penetapan upah minimum berdasarkan sektor (UMS). Namun, UMS yang berlaku
              sebelum 2 November 2020 masih tetap berlaku," katanya.

              Lebih lanjut Ida menyebut bahwa hal tersebut telah ditegaskan kembali oleh Menteri Dalam
              Negeri Tito Karnavian melalui SE Mendagri 561/6393/SC Hal Penetapan Upah Minimum 2022
              yang disampaikan kepada seluruh gubernur.

              Ia  mengingatkan  kepada  gubernur  untuk  mengikuti  aturan  upah  minimum  dari  pemerintah
              pusat. Jika tidak, ada sanksi yang bakal mengintai.
              "Ada  sanksi  diberikan ke  kepala daerah  yang  tidak  memenuhi  kewajiban,  akan dapat  sanksi
              administrasi, dan ada di surat edaran (SE) tersebut dijelaskan sanksi teguran tertulis, kemudian
              sampai terberat pemberhentian sementara dan permanen. Ini mengacu ketentuan UU Nomor 23
              Tahun 2014," jelasnya.






                                                           543
   539   540   541   542   543   544   545   546   547   548   549