Page 590 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 590

PEMBAHASAN UMK TUNGGU UMP KEPRI DITETAPKAN

              BATAM, TRIBUN Pembahasan Upah Minimum Kota (UMK) Batam masih menunggu penetapan
              Upah Minimum Provinsi (UMP) Kepulauan Riau. Hingga saat ini UMP Kepri belum ditetapkan. dan
              masih dalam pembahasan.

              Pembahasan ini terkesan lambat. Padahal penetapan upah minimum dilakukan setiap satu tahun
              sekali dan ditetapkan selambat-lambat-nya 40 hari sebelum tanggal berlakunya upah minimum
              yaitu 1 Januari. Padahal saat ini sudah menuju batas akhir penetapan upah minimum.

              "Memang harus ditetapkan 40 hari sebelum akhir tahun, jadi tergantung provinsi, kalau provinsi
              lambat, kami juga lambat. Intinya kami menunggu provinsi dulu menetapkan (UMK) dulu, baru
              kami  rapatkan  (UMK)."  ujar  Kepala  Dinas  Ketenagakerjaan  (Disnaker)  Kota  Batam.  Rudl
              Sakyakirtl, Selasa (16/11).

              la menuturkan UMK sudah ditetapkan pada tanggal 20 November, dan maksimal 23 November,
              namun  saat  Ini  UMP  belum  juga  ditetapkan.  la  mengakui  masih  ada  kesempatan  untuk
              membahasnya.  Dari  Informasi  pihak  provinsi,  mereka  sudah  membahas  dengan  dewan
              pengupahan, tinggal menunggu SK saja.

              Upah minimum kini diatur lebih lanjut dalam PP nomor 36 tahun 2021 tenlang pengupahan.
              Dalam  aturan  tersebut,  upah  minimum  dihitung  berdasarkan  kondisi  ekonomi  dan
              ketenagakerjaan yang meliputi paritas daya beli, tingkat penyerapan tenaga kerja, dan median
              upah.

              Sebelumnya  diberitakan  ada  beberapa  alasan  dan  rumusan  buruh  meminta  kenaikan  Upah
              Minimum Kota (UMK) 2022 dari 7 hingga 10 persen. Formasi 7 sampai 10 persen Ini diambil dari
              PP Nomor 78 tahun 2015 harus melakukan sesuai KHL.

              Berikutnya dari pertumbuhan ekonomi yang diberikan sebesar 5 persen dan inflasi sebesar 2
              persen dari 2022. Jadi totalnya 7 persen.

              Ketua  Konsulat  Cabang  FSPMI  Batam.  Yafet  Ra-mon  nengaku  pemerintah  akan  menghitung
              besaran UMK melalui Omnibus Law. Padahal UU Omnibus Law statusnya masih dalam proses
              digugat belum Inkracht.

              "Pemerintah meminta agar perundingan upah berlandaskan Omnibus Law. Nah UU Omnibus Law
              ini kan sedang status sengketa dan belum inkracht. Jadi harus menggunakan aturan yang lama
              yaitu UU Nomor 13 tahun 2003 dan turunannya PP Nomor 78 tahun 2015. Kalau belum Inkracht
              lak logis kalau memaksakan omnibus law." katanya, (rus)























                                                           589
   585   586   587   588   589   590   591   592   593   594   595