Page 165 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 APRIL 2020
P. 165

Niatan DPR RI membahas RUU Omnibus Law Cipta Kerja kembali menjadi sorotan.
               Selain isi RUU yang dinilai tak pro rakyat, pembahasan ini dilakukan dalam momen
               yang tidak tepat.


               Beberapa koalisi masyarakat sipil menilai langkah ini sebagai upaya DPR RI
               memanfaatkan pandemi virus corona (Covid-19).

               "Dugaan bahwa ada pesanan dari kelompok lain yang mendesak mereka untuk
               menyelesaikan pembahasan secepatnya. Desakan pihak-pihak lain itu yang
               tampaknya membuat mereka terlihat memanfaatkan situasi pandemi ini untuk bisa
               menggolkan misi atas RUU itu," ucap Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen
               (Formappi) Lucius Karus kepada  CNNIndonesia.com  , Kamis (2/4).

               Sejumlah elemen organisasi masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat
               Sipil untuk Sektor Keamanan menyesalkan keputusan anggota DPR yang ngotot
               menggelar rapat paripurna secara tatap muka hari ini.

               Koordinator Peneliti Imparsial, Ardi Manto Adiputra menyebut keputusan DPR tetap
               menggelar rapat secara tatap muka telah mengamputasi aspirasi masyarakat.
               Pasalnya, ia khawatir rapat yang dilakukan tidak akuntabel dan transparan.

               "Bagaimana dengan jaminan apabila keputusan atau persetujuan yang diberikan
               DPR lewat mekanisme yang transparan dan akuntabel?" Kata Ardi lewat keterangan
               resmi yang diterima  CNNIndonesia.com  .

               Menurut Ardi, DPR memang memiliki kewenangan untuk menggelar rapat
               membahas sejumlah RUU dan peraturan internal DPR yang akan mengikat publik.
               Namun, ia menilai langkah itu tidak patut dilakukan di tengah penyebaran wabah
               karena tidak mempertimbangkan aspirasi masyarakat.

               Apalagi kata Ardi, dalam naskah revisi Tatib DPR juga ada persoalan terkait isu
               keamanan dan representasi keputusan dengan mekanisme online. Ardi khawatir
               keamanan lewat mekanisme itu tidak terjamin.


               "Bagaimana juga dengan mekanisme pengambilan keputusan apabila masih lewat
               server yang tidak bisa dijamin keamanan dan integritas datanya?" Kata dia.

               (dhf/thr/wis).






















                                                      Page 164 of 186.
   160   161   162   163   164   165   166   167   168   169   170